Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menanggapi soal wacana mogok pekerja Pertamina.
Dedi menilai bahwa bukan tidak mungkin wacana mogok ini hanya isu yang justru bersumber dari Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Bukan tidak mungkin wacana mogok hanya isu yang justru bersumber dari Ahok,” ujar Dedi Kurnia pada Kamis, 30 Desember 2021, dilansir dari RMOL.
“Mengingat ia paling semangat menyampaikan wacana itu sebagai ancaman,” sambungnya.
Oleh karena itulah, Pengamat Politik asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai perlu adanya penelusuran lebih lanjut terkait siapa yang sebenarnya berada di balik kekisruhan di internal Pertamina.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Termasuk Ahok, 6 Petinggi Kementerian BUMN Mendadak Dipanggil Menteri Erick Thohir
- PDIP Tanggapi Hasil Survei Cagub DKI Jakarta yang Sebut Ahok Top Of Mind
- Ahok Sindir Orang Pintar Bicara: Syukur Tuhan Izinkan Mereka Kerja
- Sering Disalahkan Jika BBM Naik, Ahok Angkat Bicara
Sebab, menurutnya, situasi semacam ini jelas tidak menguntungkan bagi Pertamina.
Pasalnya, kegaduhan yang terus berlangsung bisa berdampak pada produktifitas dan kepercayaan publik.
Dedi Kurnia juga mengatakan bahwa Menteri BUMN, Erick Thohir harus memahami bahwa tidak selalu yang timbul di internal Pertamina murni dinamika korporat.
“Bisa saja ada unsur politis karena Ahok yang menyinggung wacana mogok kerja adalah politisi, sehingga tidak dapat dipercaya begitu saja,” katanya.
Dedi Kurnia pun menilai bahwa sejak awal, Erik Tohir seharusnya tidak menempatkan Ahok di jajaran komisaris.
Hal ini karena, selain miliki catatan kepolisian terkait kasus penistaan Agama, ia juga menilai Ahok suka kegaduhan.
“Juga kebiasaan Ahok yang memang berkarakter menyukai kegaduhan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komisaris Utama (Komut), Ahok mengklaim pemotongan gaji karyawan Pertamina dibatalkan karena ancaman mogok Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).
Padahal, pihak Pertamina telah menjelaskan bahwa yang sedang dibahas manajemen Pertamina adalah program agile working yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memilih skema Working from Home (WFH) atau Working from Office (WFO).
Namun, Ahok yang menjabat komisaris dan bukan corporate secretary justru membuat pernyataan-pernyataan ke ruang publik seolah mewakili perusahaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
