Solid dan Kompak, Danny Bawa Formasi Lengkap ke Pulau Sangkarrang

Danny Pomanto
Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1 Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

Terkini.id, Makassar – Pasangan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) menunjukkan atensi khusus kepada warga Kota Makassar yang tinggal di wilayah kepulauan. 

Pasangan nomor urut 1 di Pilkada Makassar 2020 ini datang dengan formasi lengkap.

Selain Danny dan Fatma, blusukan dan kampanye tatap muka ini dihadiri ketua parpol pengusung dan pendukung pasangan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) di antaranya, Andi Rachmatika Dewi (Nasdem), Eric Horas (Gerindra), EZ Muttaqien Yunus (Gelora), dan perwakilan dari PBB, Bakri.

Turut hadir Mudzakkir Ali Djamil (Sekretaris Gelora Sulsel), Said Burhan Syam (Partai Berkarya), dan sejumlah legislator dari Nasdem dan Gerindra.

Mereka menyasar pulau-pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Mulai dari Pulau Langkai, Lumu-Lumu, Bone Tambung, Barrang Lompo, Barrang Caddi, dan Kodingareng.

Menarik untuk Anda:

Ini adalah kali pertama Danny maupun Fatma tampil lengkap dengan partai pendukung maupun pengusung setelah deklarasi pasangan ADAMA’ yang berlangsung di Pantai Losari pada September lalu. 

“Dari 153 kelurahan saya sosialisasi, begitu juga Bu Fatma, di Sangkarrang ini paling komplet,” kata Danny, Kamis, 29 Oktober 2020.

Kepada pasangan ADAMA’, warga menaruh harapan agar warga pulau ke depannya lebih mendapatkan perhatian lagi. 

Sesuatu yang sebenarnya warga telah rasakan saat Danny Pomanto menjabat wali kota Makassar periode 2014-2019 lalu. 

Merespons hal itu, Danny tidak ingin mengumbar janji. Sosok teknokrat ini hanya mengajak warga untuk mengingat masa lalu bahwa pada masa pemerintahannyalah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang terbentuk, tepatnya pada 2015 lalu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rizieq Shihab Dikabarkan ke Makassar, Jubir FPI: Itu Hoaks

Setelah Sempat Mangkrak, Gedung Rumah Sakit Jumpandang Baru Kembali Dikebut 2021

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar