Somasi Balas Somasi, Mantan Karyawan PT Karya Alam Selaras Melawan Balik

Terkini.id, Makassar – Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras Ridwan melayangkan tuntutan kerugian materi terhadap perusahaan senilai Rp 1 miliar kepada mantan karyawannya, Syamsul Arif.

Hal itu tertuang dalam surat somasi bernomor: No: 1/SS-KAS/IV/2022 tanggal 27 April 2022. 

Surat itu ditujukan kepada Syamsul Arif Putra, yang dituding menyebarkan informasi bohong terkait pemecatan dirinya.

Baca Juga: Karyawan Terancam PHK Imbas Izin Holywings Dicabut, Politisi PKS: Rezeki...

Dalam surat somasinya, Ridwan meminta mantan karyawannya itu meluruskan informasi terkait diberhentikannya Syamsul oleh perusahaan dikarenakan masalah THR. Informasi yang disebutnya tidak benar dan merusak nama baik perusahaan.

Dari sisi lain, Amiruddin, selaku kuasa Hukum Syamsul Arif mengatakan kliennya dipecat secara sepihak. Pemecatan tersebut tak memenuhi prosedur pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pasalnya, pihak perusahaan langsung memberikan SP2. 

Baca Juga: Elon Musk PHK Karyawan Tesla, Netizen: Apes Kena Sial Sejak...

Syamsul Arif ditengarai dipecat usai menanyakan masalah THR dalam rapat.

Setelah dipecat, ia mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar. Pihak Disnaker pun menemukan dua persoalan pada kasus pemecatan tersebut, yakni masalah tunjangan hari raya atau THR dan uang pesangon PHK.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Kota Makassar, Aryansyah, menyatakan persoalan THR sudah kelar. Namun masih ada persoalan PHK yang menjadi tuntutan.

Baca Juga: Elon Musk PHK Karyawan Tesla, Netizen: Apes Kena Sial Sejak...

“Sudah kelar untuk pembayaran THR. Ada dua persoalan, THR dan PHK. Yang kami prioritas dulu, selesaikanlah persoalan THR-nya. Kalau bisa semua persoalan. Secara bipartit dulu kemudian secara triparti,” kata Aryansyah.

Disnakes telah memediasi kasus tersebut dan pihak perusahaan pun bersedia memberikan THR sebanyak 1,7 juta lantaran Syamsul bekerja pada perusahaan tersebut selama 6 bulan. 

Namun, tampaknya pihak perusahaan tak terima dengan pelaporan Syamsul Arif dan merasa nama baik perusahaan tercemarkan. 

Setelah memberikan uang THR, pihak perusahaan lantas melayangkan surat somasi. Dalam somasinya itu, Ridwan selaku Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras meminta Syamsul membayar ganti rugi inmateril sebesar Rp1 miliar.

Di balik itu semua, ternyata Syamsul merupakan tulang punggung keluarga, yang rela banti tulang, demi memenuhi kebutuhan ketiga orang adiknya.

“Klien kami sangat dirugikan secara inmateril, dia sampai takut bekerja, dan klien kami ini tulang punggung keluarga loh, dia membiayai tiga adiknya ibunya, serta neneknya,” ujar Amiruddin, selaku kuasa Hukum Syamsul Arif.

Amiruddin mengatakan ada 19 pengacara yang mendampingi kasus tersebut. somasi yang dilayangkan oleh Ridwan, ia menegaskan tak akan menyampaikan kliennya tak akan menyampaikan permohonan maaf.

Sebab ia menganggap Ridwan tak punya tupoksi untuk mewakili PT Karya Alam Selaras untuk melayangkan somasi.

“Karena somasi itu tidak layak, ilegal dan tidak punya legal standing sama sekali, cacat formil, dan ini adalah perbuatan yang sangat merugikan buat klien kami, dan kami akan mengambil langkah hukum,” jelas Ketua DPC Himpunan Advokat Muda (HAMI) Makassar itu.

Pihaknya juga bakal mengambil langkah hukum terhadap Ridwan selaku Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras, yaitu dengan melayangkan somasi balik atas perbuatannya. 

“Jika Ridwan tidak menanggapi sama sekali saya akan mengambil jalur hukum, saya juga menunggu selama 1×24 jam, agar melakukan permohonan maaf kepada klien kami,” katanya

Kuasa Hukum Syamsul juga meminta ganti rugi secara inmateril kepada Ridwan, Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras atas dampak yang diberikan kepada kliennya.

“Apalagi di sini Ridwan tidak punya legal standing untuk mewakili PT Karya Alam Selaras. Sehingga saya anggap somasi dari Ridwan itu tidak mewakili PT Karya Alam Selaras. Kami menuntut kerugian inmaterial sebesar Rp5 miliar,” tutupnya.

 

Bagikan