Terkini.id, Jakarta – Aktivis Papua, Veronica Koman menyoroti operasi militer terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua usai gerakan separatis tersebut membunuh empat prajurit TNI yang tengah tertidur.
Menurut Veronica Koman, akibat adanya operasi militer TNI terhadap KKB Papua itu sejumlah warga di Desa Shori dan Kisor, Kabupaten Maybrat memutuskan mengungsi ke dalam hutan.
Hal itu, kata Koman, lantaran mereka takut akan adanya aksi pembalasan brutal oleh aparat TNI.
“Maybrat, Papua Barat. Menyusul pembunuhan empat tentara Indonesia oleh Tentara Pembebasan, orang Papua Barat dari Desa Shori dan Kisor mencari perlindungan di hutan, karena takut akan pembalasan brutal oleh pasukan keamanan Indonesia,” ujar Veronica Koman, Selasa 7 September 2021 seperti dikutip dari Hops.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah warga yang mengungsi yakni mencapai ribuan orang dan terdiri dari 19 desa di Maybrat, Papua Barat.
- Veronica Koman Sayangkan Pertemuan LGBT Batal Digelar di Jakarta, Singgung Kelompok Konservatif
- Indonesia Kecam PBB soal Tudingan Intimidasi, Veronica Koman: Menyesatkan
- Terungkap! Ditemukan Bukti Baru Kasus Teror Rumah Orang Tua Veronica Koman
- Rumah Orang Tua Veronica Koman Diteror Bom, Terduga Pelaku Tertangkap CCTV Pakai Jaket Ojol
- Benda Diduga Bom Meledak di Kediaman Ortu Veronica Koman, Peneror Tinggalkan Pesan Ancaman
“Gelombang baru pengungsian ribuan orang dari 19 desa di Maybrat, Papua Barat,” ungkapnya.
Koman juga mengklaim, warga melarikan diri lantaran adanya penggerebekan dari aparat pasca pembunuhan empat prajurit TNI oleh KKB Papua.
“Mereka melarikan diri dari penggerebekan oleh pasukan keamanan Indonesia menyusul pembunuhan empat tentara oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pekan lalu,” terangnya.
Diwartakan sebelumnya, KKB Papua memohon kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menghentikan operasi militer TNI dan membuka jalur perundingan dengam mereka.
Permohonan KKB Papua kepada Presiden Jokowi itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM, Sebby Sembom.
Sebby memohon kepada pemerintah Indonesia agar segera menghentikan segala operasi militer di Maybrat, Papua Barat dan membuka diri untuk melakukan perundingan.
“Mami dengan tegas menyampaikan kepada pemerintahan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar segera hentikan operasi militer dan kami duduk di meja perundingan,” ujar Sebby dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Ia pun menilai, operasi militer itu layak diberhentikan lantaran lantaran mendapati laporan banyak masyarakat yang terpaksa mengungsi lantaran adanya serangkaian aksi militer RI.
Selain itu, pihak KKB Papua juga meminta kepada dunia internasional khususnya di bidang HAM untuk memperhatikan masalah operasi militer TNI tersebut.
“Oleh karena itu kami minta perhatian semua pihak, baik pekerja HAM, gereja, masyarakat dan juga masyarakat internasional, juga PBB,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
