Terkini.id, Jakarta – Polemik pemecatan Dokter Terawan Agus Putraanto oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kian berbuntut panjang.
Hal tersebut terlihat saat Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah turut menyotori polemik tersebut yang disampaikan melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.
Dalam cuitannya, Fahri Hamzah menyebut ini saatnya dokter Terawan dan para pendukungnya melayani perdebatan ilmiah.
Debat ilmiah di antara para akademisi di dunia kedokteran dan pengobatan lanjut Fahri Hamzah, sangat diperlukan.
Bahkan, Fahri Hamzah menegaskan satu-satunya cara mendewasakan dunia medis adalah dengan keberanian berdebat dan berbeda pendapat.
- Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Fahri Hamzah: Welcome To The Club!
- Sindir DPR, Fahri Hamzah: Masa Saya Terus yang Kritik Jokowi?
- Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Nggak Berani Ngomong Ekstrim
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Soal 'Bandar Belum Deal' Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik
“Seorang dokter biasanya hanya memiliki 2 senjata, yaitu itu jarum suntik dan Pena. Tapi seorang dokter yang tidak saja memiliki jarum suntik dan pena tetapi juga senjata api tentu langsung atau tidak langsung akan menciptakan kan anomali dalam dunia akademik dan kedokteran,” cuit @Fahrihamzah.
Fahri Hamzah menambahkan, seorang dokter biasanya memakai jubah putih berkalung stetoskop. Hal ini menciptakan suasana yg bersih dan tenang. Dikutip dari Wartaekonomi. Kamis, 7 April 2022.
“Tapi jika seorang dokter berbaju loreng dan berselempang mesiu dan senjata api itu akan menciptakan suatu yg dunia kedokteran kita harus bisa jelaskan. Itu tantangan IDI,” lanjut Fahri dalam cuitannya.
Terawan, terang Fahri, adalah mantan seorang menteri dan pernah menjadi tim Dokter Presiden RI. Karena itu, pada dirinya melekat pengaruh kekuasaan yang sadar atau tidak pasti memengaruhi independensi profesi kedokteran dan dunia akademik.
“Kita hormat kepada IDI yg berani membuka diri untuk sebuah perdebatan. Tapi Terawan harus diberikan waktu dan kesempatan untuk membela diri di hadapan mimbar akademik dan dan juga peradilan etika kedokteran IDI,” pungkasnya.
Lanjut “Tapi apabila kesempatan itu tidak digunakan, maka sejarah akan menguji siapa yang akan lebih relevan. Only story will tell, kata orang,” tulis Fahri lagi.
Menurutnya, urusan para jenderal dan pejabat yang merasa ditolong cuci otak adalah urusan mereka sendiri. Tapi urusan keselamatan publik, kata Fahri, tunduk pada etika sains berabad-abad lamanya.
Fahri melanjutkan jika orang-orang mencintai dokter Terawan, seharusnya bisa mempertahankannya untuk menyampaikan kepada masyarakat akademik temuan dan terobosannya.
“Tapi kenapa sekarang jadi biarkan teriak jadi pahlawan di pinggir gelanggang?” pungkas Fahri.
Seperti diberitakan, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dokter Terawan Agus Putranto diberhentikan secara permanen dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Terawan dipecat salah satunya dikarenakan melakukan promosi Vaksin Nusantara sebelum penelitiannya selesai.
Hal itu tertuang surat tertanggal 8 Februari 2022 Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
