Sosialisasi KPU Tidak Maksimal, Camat Tamalate Lakukan Ini

Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf
Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf

Terkini.id, Makassar – Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf menghimbau Ketua RT dan RW terus melakukan sosialisasi dan pemahaman ke masyarakat, tentang pentingnya menggunakan hak suara pada Pemilu 17 April 2019.

Ini penting dilakukan karena sosialisasi KPU ke masyarakat tidak maksimal. Fahyuddin khawatir kasus Pilwali Makassar tahun lalu kembali terulang.

“Karena sosialisasi KPU tidak baik, partisipasi pemilih hanya 48 persen di Tamalate,” kata Fahyuddin kepada Makassar Terkini, Sabtu 9 Maret 2019.

Pemilu tahun ini, Kecamatan Tamalate memiliki lebih 138.311 wajib pilih. Dengan jumlah 576 TPS.

Beberapa penyebab rendahnya partisipasi pemilih di Tamalate, kata Fahyuddin, antara lain banyak warganya yang berstatus mahasiswa. Saat Pemilu bukannya dimanfaatkan ke TPS.

“Tapi pulang kampung berlibur,” ujarnya.

Masyarakat juga malas ke TPS jika figur yang akan mereka pilih tidak jelas program dan latar belakangnya. “Ditambah lagi tidak ada sosialisasi dari KPU,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

9 Kiat Mudah Membina Keluarga Sakinah

Terkini.id - Sahabatku yang berhati Cinta serta berjiwa Kasih. Betapa banyak pasangan hidup yang mendambakan bisa langgeng dan dapat membina rumah tangga yang harmonis.Nah, berikut ini
Opini

Resolusi untuk Mereka yang Kalah

MARAH, sedih, dan tertawa adalah tiga gejala yang lumrah dialami setiap orang dalam perjalanan hidupnya.Sepanjang sejarah para ilmuwan telah berusaha memahami penyebab dari tiga
Opini

Mengenang Kisah Klasik Ramang

Hari ini 24 April, 95 tahun silam, sosok mungil PSM Makassar yang kemudian melegenda terlahir ke dunia. Ramang.Cerita manis buah lolosnya Timnas Indonesia ke
Opini

Jaga Citra Indonesia dengan Pemilu Jurdil

Terkini.id,Makassar - Berbicara tentang Indonesia tentu berbicara tentang banyak kelebihan dan kebanggan bagi bangsa, bahkan bagi umat dan dunia. Betapa tidak, negeri ini memiliki
Opini

Pemilu 7 Tahap di India

DEMOKRASI memang mahal. Tapi lebih mahal lagi kalau 'Pemilu yang mahal itu tidak berkualitas'.Demi kualitas itu India tidak mau grusa-grusu. Pemilunya dibuat tujuh tahap.