Sosialisasi Perda Kepemudaan, RPG: Pemuda Harus Menjadi Agen Perubahan

Legislotar PDIP DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rudy Pieter Goni, sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan, di Jalan Bawakaraeng Kota Makassar, Kamis 2 Juli 2020.

Terkini.id — Legislotar PDIP DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rudy Pieter Goni, sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan, di Jalan Bawakaraeng Kota Makassar, Kamis 2 Juli 2020.

Di depan peserta yang terdiri dari kaum pemuda, RPG mengurai tentang peran dan tanggungjawab, serta hak pemuda. Selain itu, pemuda berperan sebagai sebuah kekuatan moral, disamping sebagai kekuatan moral, pemuda juga sebagai kontrol sosial serta agen perubahan dalam segala aspek pembangunan.

“Tanggungjawab pemuda dalam pembangunan antara lain pemuda harus menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, melaksanakan konstitusi, demokrasi demi tegaknya hukum di republik ini,” ungkap RPG.

RPG yang juga Sekretaris DPD PDIP Sulsel ini menegaskan bahwa pemuda berhak mendapatkan perlindungan terhadap berbagai resiko, dan juga berhak mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Selain melakukan sosialisasi Perda RPG juga memberikan edukasi tentang pencegahan Covid 19.

Menarik untuk Anda:

“Sederhana cara pencegahan covid-19, patuhi protokol kesehatan, tetap rajin cuci tangan, selalu menyediakan hand sanitizer, gunakan alat pelindung maksimal jika keluar rumah, selalu mengecek suhu tubuh dan selalu jaga jarak apabila berada di tempat umum, itulah new normal yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi Perda ini para peserta sebelum memasuki ruangan kegiatan, mereka diperiksa suhu tubuhnya dan diwajibkan memakai masker dan peserta duduk dengan menjaga jarak, serta peserta juga dibatasi 40 peserta persesi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pemprov Sulsel Gandeng PT IKI, Siapkan Kapal Fiber untuk Nelayan

Musda IJTI Sulsel, Jurnalis Televisi Diminta Ikut Edukasi Masyarakat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar