Masuk

Sosok Ini Usulkan Anggaran KPK Dialihkan ke Kejagung

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan  Penyidik KPK Novel Baswedan menuding pemberantasan korupsi di tangan Ketua KPK Firli Bahuri saat ini jauh dari harapan.

Menurutnya, sebaiknya dibubarkan saja karna kepercayaan publik terhadap KPK menurun disebabkan ulah Pimpinan KPK.

Ia khawatir dengan rencana Ketua KPK Firli Bahuri membuat KPK makin tidak dipercaya masyarakat. 

Baca Juga: Heboh, Kendaraan Mewah hingga Emas Batangan Disita KPK dari Tersangka Lukas Enembe

“Pemberantasan korupsi makin jauh dari harapan. Mendorong KPK dibubarkan khawatir selaras dengan rencana Firli dkk,” ujar Novel Baswedan dalam cuitannya seperti yang dilihat detikcom, Kamis  9 Juni 2022.

Novel menyebut ada pemborosan anggaran dalam upaya pemberantasan korupsi di zaman Firli Bahuri.

Sebelumnya, mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang mengusulkan KPK bubar.

Baca Juga: Ketua KPK Nyatakan Bambang Kayun Diduga Terima Suap Rp 50 Milliar

Hal itu diutarakan lantaran hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun.

“Saya usul, KPK dibubarkan saja,” ujar Rasamala melalui akun Twitternya dan sudah mengizinkan cuitannya untuk dikutip, Kamis 9 Juni 2022.

Ia menyarankan sebaiknya pemerintah memperkuat Kejaksaan dengan memindahkan anggaran KPK ke Kejaksaan. Hal itu bisa membuat kinerja kejaksaan lebih maksimal.

“Untuk meningkatkan remunerasi Jaksa, dengan begitu kita bisa mendorong kinerja Kejaksaan bisa lebih maksimal,”bebernya.

Baca Juga: Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan

Selain pencegahan antikorupsi KPK, Rasamala mengusulkan agar hal itu digabung dengan fungsi Ombudsman RI.

“Fungsi pencegahan KPK digabung saja dengan Ombudsman supaya fokus pencegahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap mengaku sedih dengan adanya hasil survei ini.

“Sejujurnya sedih membaca berita ini karena dukungan publik lah yang membuat eksistensi KPK ada selama ini,” ujar Yudi dalam akun Twitternya

Diketahui, Hasil Survei Indikator
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung lebih tinggi dibanding KPK.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kini sebesar 60,5 persen.

Survei Indikator digelar pada 18-24 Mei 2022 dengan menyasar warga negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun ke atas yang memiliki telepon. Total responden survei kali ini berjumlah 1.213 orang.

Metode pemilihan sampel dilakukan menggunakan random digit dialing (RDD).

Adapun margin of error diperkirakan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Kejagung berada di posisi ke empat sebagai lembaga negara paling dipercaya, setelah TNI, Presiden, dan Polri. Namun, secara perolehan angka, jumlahnya justru merosot dibanding angka survei sebelumnya.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung kini 60,5 persen. Sebelumnyatingkat kepercayaan terhadap Kejagung 70,2 persen.

Sementara itu, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun menjadi 59,8 persen. Angka itu merosot jika dibanding survei sebelumnya, yakni 70,2 persen.