Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean turut menanggapi soal kabar yang beredar bahwa Novel Baswedan tak lulus tes wawasan kebangsaan untuk alih fungsi jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mantan politikus Partai Demokrat itu mengatakan bahwa ia telah melihat keanehan pada sosok Novel sejak ia berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Katanya, Novel Baswedan memberi kesan bahwa ia mendukung radikalisme. Kabar tidak lulusnya Novel dalam tes wawasan kebangsaan pun menurut Ferdinand adalah bukti dari bahwa ia memang pro radikalisme.
Ferdinand lantas mengatakan bahwa orang-orang seperti Novel Baswedan akan merusak negara sehingga harus dipecat dari KPK.
“Novel Baswedan ini terlihat aneh sejak berada di KPK. Kesan publik kepadanya, dia pro radikalisme. Fakta kemudian membuktikan dia tak lulus wawasan kebangsaan,” kata Ferdinand melaui akun Twitter-nya pada Selasa, 4 Maret 2021.
- Polri Cegah Korupsi di Bidang Infrastruktur di Sulawesi Selatan
- Misteri Pelarian Harun Masiku: Novel Baswedan Sebut Pimpinan KPK Tak Sungguh-sungguh Mencari
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Presiden Jokowi Sayangkan Pemecatan Novel Baswedan dari KPK: Biar Ada yang Takut
- Novel Baswedan Kecewa, 2 Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo
“Negara akan rusak oleh orang-orang seperti ini, harus dipecat dari KPK,” tambahnya.
Setelah mengatakan itu, Ferdinand tiba-tiba menyinggung bahwa mungkin Anies Baswedan, saudara sepupu Novel juga tak akan lulus jika dites.
“Jangan-jangan Anies Baswedan juga tidakk lulus kalau diuji,” kata Ferdinand.
Untuk diketahui, pihak KPK belum mengumumkan secara resmi hasil tes wawasan kebangsaan bagi pegawai lembagai anti rasuh itu.
Plt Jubir KPK, Ali Fukri mengatakan bahwa mereka akan segara mengumumkan hasil tes yang telah mereka terima dalam waktu dekat ini.
Adapun Novel Baswedan juga telah menanggaoi soal kabar bahwa dirinya dan beberapa pegawai lain tak lulus tes wawasan kebangsaan itu.
Novel menilai bahwa kabar itu adalah upaya untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
