Andi Sudirman Minta Pengelola Bendungan Bili-bili Rutin Simulasi Peringatan Banjir

Andi Sudirman Minta Pengelola Bendungan Bili-bili Rutin Simulasi Peringatan Banjir

Muhammad Yunus

Penulis

Terkini.id, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang rutin menggelar simulasi peringatan banjir (Flood Warning) bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Bendungan Bili-bili.

Flood Warning adalah pemberitahuan dengan sirene bersuara sangat nyaring. Mengindikasikan terdapat masalah pada struktur bendungan. Saat Flood Warning diaktifkan, warga yang mendengar suara sirene segera berusaha menyelamatkan diri ke titik kumpul di daerah dataran tinggi. Paling lambat 30 menit sejak suara sirene dibunyikan.

Andi Sudirman mencontohkan simulasi Flood Warning yang dilakukan PT Vale. Perusahaan tambang nikel di Sorowako, Luwu Timur. Vale memiliki tiga bendungan. Yakni Bendungan Larona, Balambano, dan Karebbe.

PT Vale melakukan beberapa langkah dalam sistem Flood Warning, yaitu memetakan daerah yang terindikasi terdampak jika bendungan jebol. “Sehingga masyarakat mengetahui posisi rumahnya saat terjadi tanggul jebol dan melakukan simulasi flood warning setiap 6 bulan sekali,” ujar Sudirman, Selasa 29 Januari 2018.

Sudirman menambahkan, sistem Flood Warning bisa diaktifkan dari tempat lain dengan standar prosedur operasional yang ketat. Sistem yang dapat dipercaya oleh masyarakat. Salah satu manfaatnya ada kepercayaan masyarakat pada sistem peringatan dini jika terjadi bencana.

“Tidak mudah termakan informasi hoax yang seringkali membuat panik warga,” ungkap Sudirman.

Menurut Sudirman, seringkali setiap kali ada gempa atau hujan lebat dalam waktu lama, selalu saja ada info hoax yang beredar. Seperti kabar jebolnya Dam Bili-bili yang membuat panik masyarakat.

Wajar jika masyarakat khawatir, karena desain daya tampung bendungan mencapai 346 juta kubik air, jika diasumsikan air akan terlepas 200 juta kubik maka akan menimpa lahan sekitar 20 ribu hektare.

“Dengan tinggi air 1 meter,” kata Sudirman.

Simulasi flood warning melibatkan banyak pihak

Andi Sudirman Minta Pengelola Bendungan Bili-bili Rutin Simulasi Peringatan Banjir
Jembatan Jenelata

Sudirman berharap pemerintah segera menerapkan sistem Flood Warning di Bendungan Bili-bili dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang, Badan SAR Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian dan Dinas Sosial serta unsur masyarakat lainnya.

Masyarakat di sekitar Waduk Bili-bili harus mendapatkan edukasi dan informasi jika terjadi bencana. Saat mendengar suara sirene masyarakat sudah mengetahui jalur evakuasi yang aman.

“Jika sistem flood warning sudah dibangun, dan rutin disimulasikan setiap 6 bulan sekali, maka tetap butuh jadwal perawatan tiap beberapa bulan, untuk memastikan sistem tetap berjalan baik dan siap bekerja setiap saat,” jelas Sudirman.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan- Jeneberang (BBWSPJ) Teuku Iskandar, merespon positif permintaan Sudirman. BBWSPJ akan menyusun master plan upaya mitigasi berupa simulasi rutin dampak banjir dan simulasi bendungan jebol. Upaya tersebut sebagai bentuk edukasi publik menghadapi bencana.

“Upaya kesiapsiagaan untuk mencegah kepanikan warga akan melibatkan multipihak. BBSWPJ sebagai leading sektor akan berusaha melibatkan SAR, TNI- Polri, Pemkab, Pemprov, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan dan Desa, sampai RT-RW hingga masyarakat,” jelas Iskandar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.