Tingkat elevasi air di Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah melampaui batas normal, mendorong otoritas untuk membuka pintu pelimpah guna menstabilkan volume air.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin menebar 100 ribu benih ikan air tawar, di Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, Kamis 4 April 2024.
Sejumlah informasi berantai beredar luas lewat WhatsApp yang menyebut air pasang naik di Bendungan Bili-bili. Hal itu sontak menimbulkan kekhawatiran bagi warga Gowa dan sekitarnya.
Curah hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Gowa sejak beberapa hari ini mengakibatkan debit elevasi air di bendungan Bili-bili masih di bawah normal, Jumat 18 November 2022.
Pemerintah Kabupaten Gowa mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang khusus di bagian hilir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana
Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa dengan nomor registrasi 7306.05.17.068 pada hari ini Rabu, 10 Maret 2021 jam 06.00 WITA disampaikan bahwa elevasi Bili Bili
Yayasan Pendidikan Lingkungan (YPL) dan Arispala menggelar kegiatan penanaman pohon di Green Belt Waduk Bili-Bili, Kabupaten Gowa. Penanaman pohon tersebut diikuti puluhan warga pengelola
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Supaji mengatakan, kondisi Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa nomor registrasi 7306.05.17.068 pada Hari Selasa 7 April 2020 Jam 21.00 Wita telah mencapai elevasi 99.48 Mdpl
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Supaji mengatakan, kondisi Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa nomor registrasi 7306.05.17.068 pada Hari Selasa 7 April 2020 Jam 19.45 Wita telah mencapai elevasi 99.47 Mdpl
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Supaji mengatakan, kondisi Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa dengan nomor registrasi 7306.05.17.068 telah mencapai elevasi 99.41 Mdpl.