Sulsel Masih Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang: Dua Tewas, Jembatan Rusak

Terkini.id, Makassar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat satu orang tewas dan beberapa infrastruktur seperti jalan desa dan jembatan yang rusak usai dilanda banjir pada MInggu 12 Januari 2020 kemarin.

“Fenomena cuaca ekstrem tersebut sesuai dengan prakiraan BMKG beberapa hari sebelumnya, yakni potensi hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan dengan status ‘Siaga’,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo.

Banjir di Barru

Di Kabupaten Barru, banjir salah satunya melanda Dusun Buludua, Desa Balusu. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak pukul 00.00 Wita sampai dengan pukul 10.30 Wita.

Kejadian tersebut memicu meluapnya sungai setempat. Sekitar 121 KK terdampak banjir di dusun ini.

Ada tiga kecamatan di Kabupaten Barru yang dilanda banjir.

Ketiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Balusu, Soppeng Riaja dan Mallusetasi. Insiden tersebut mengakibatkan rumah penduduk tergenang air dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Di samping itu, arus lalu lintas trans-Sulawesi terpantau padat. Banjir ini mengakibatkan kerusakan tiga rumah warga dengan kategori rusak berat dan kerusakan infrastruktur jalan desa di wilayah Oring, Kecamatan Balusu, satu jembatan gantung di Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, dan tanggul pantai di Kelurahan S Binangae dan pasar Ajakkang di Kecamatan Balusu.

2 Orang Meninggal

BPBD setempat melaporkan 1 orang meninggal dunia akibat terbawa arus banjir di Kabupaten Soppeng. Satu korban meninggal lainnya adalah bocah yang ditemukan di Kabupaten Barru.

Di Kabupaten Sidrap, sejumlah rumah juga dilanda banjir, tepatnya di 3 Kecamatan yakni Maritengngae, Kecamatan Watang Pulu, Kecamatan Dua Pitue dan Kecamatan Baranti serta Kecamatan Tellu Limpoe.

Sementara di Kejadian ini banjir juga terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada Minggu 12 Januari 2020.

BPBD Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan bahwa hujan deras turun di seluruh Kota Parepare sehingga menyebabkan genangan di beberapa titik dengan ketinggian air beragam.

Namun demikian, genangan segera surut dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Pada hari sebelumnya (11/1) genangan air sudah terjadi di wilayah Kota yang dipicu oleh hujan yang disertai angin kencang.

Beberapa kejadian di atas menunjukkan ancaman yang dipicu oleh fenomena hidrometeorologi bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

BMKG pun telah memberikan peringatan dini ke sejumlah wilayah dengan status ‘Waspada’ hingga ‘Siaga.’

Melansir dari laman resminya, BNPB mengimbau kepada BPBD wilayah tengah dan timur untuk siaga, salah satunya memonitor peringatan dini yang diberikan oleh BMKG sehingga mereka dapat melanjutkan peringatan dini kepada masyarakat.

Komentar

Rekomendasi

Peringkat Penyalahgunaan Narkoba DKI Jakarta Turun

Tahun 2020, Irjen Sunraizal Target 20 Satker Bepredikat WBK maupun WBBM

Kucing Ini Kumpulkan Uang Setiap Hari, Tuannya Heran Dari Mana Asalnya

Anaknya Demam, Inul Terbang ke Singapura Beli Mainan

Infografik: Berbagai Langkah PDIP Melawan KPK

Virus Misterius dari China Sudah Menginfeksi Ratusan Orang, Sebabkan Flu hingga SARS

Puluhan Jemaah Umrah Jadi Korban Banjir dan Longsor, Hampir Gagal Berangkat

Pemprov DKI Jakarta Gunduli Kawasan Monas, 190 Pohon Ditebang

Satu-satunya di Indonesia, Jakarta Raih Penghargaan Dunia di Bidang Transportasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar