“Kami telah menyampaikan peringatan dini ini kepada teman-teman BPBD di kabupaten dan kota agar mereka siap siaga menghadapi potensi bencana,” tambah Amson.
Antisipasi Pemerintah Daerah
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Gubernur Sulawesi Selatan telah menerbitkan surat edaran yang meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Pemerintah kota dan kabupaten diinstruksikan untuk mendirikan posko-posko siaga bencana serta melakukan pemantauan intensif di wilayahnya masing-masing.
Lebih jauh, Amson menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, untuk menangani potensi bahaya seperti pohon tumbang. Ia mengingatkan agar pepohonan yang sudah rapuh segera ditebang guna menghindari kecelakaan fatal, seperti yang terjadi di Soppeng, di mana pohon tumbang menewaskan sembilan orang.
“Kami berharap pemerintah daerah lebih cermat dalam menilai kondisi pepohonan yang bisa membahayakan warga. Ini sudah sering terjadi, dan kita perlu mencegah agar tidak ada lagi korban akibat pohon tumbang,” tambahnya.
- Tim Resmob Polres Jeneponto Tangkap Dua Pengedar Miras Ballo Ilegal, Warga Gowa
- Munafri-Aliyah: Digitalisasi Pemkot Makassar Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
- Putri Dakka Selangkah Lagi Jadi Anggota DPR RI, Gantikan Rusdi Masse
- Hari Pertama Sekolah di Bulukumba, Andi Utta Ingatkan Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
- Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 Siap Semarakkan HUT ke-15 Taman Wisata Puncak Bila Sidrap
Peringatan Bagi Nelayan
Selain itu, Amson juga mengimbau para nelayan untuk lebih waspada dan selalu memperhatikan peringatan dari Syahbandar sebelum melaut. Gelombang tinggi dan cuaca buruk menjadi ancaman serius bagi keselamatan pelayaran, terutama di musim cuaca ekstrem seperti ini.
“Kami meminta nelayan untuk tidak nekat melaut jika ada peringatan cuaca buruk. Tahun lalu, ada insiden kapal tenggelam yang disebabkan oleh kelebihan muatan dan gelombang tinggi. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
