Terkini.id,Soppeng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng, akan menyurat ke BPH Migas untuk penambahan kuota gas 3 Kg di kabupaten Soppeng.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kadis PPK dan UMKM Soppeng, Andi Makkaraka. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu langkah permanen untuk menekan kelangkaan gas bersubsidi yang terjadi tiap tahunnya.
“Kami akan melakukan persuratan untuk penambahan kuota, sesuai dengan petunjuk dari komisi 2 DPRD Soppeng,” ungkap Andi Makkarakka, Kamis, 17 September 2020.
Pasalnya, kata Andi Makkarakka, kelangkaan tersebut terus berulang tiap tahunnya. Imbasnya saat kelangkaan terjadi masyarakat harus menebus mahal gas bertipe melon itu dengan harga mahal.
“Bahkan jauh lebih dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” jelasnya.
- Poltekpar Makassar Sukses Gelar Pelatihan Pengolahan Kopi Bagi Masyarakat Kelurahan Tanjung Merdeka
- TP PKK Sulsel Gelar Peningkatan Kapasitas Kecakapan Memimpin dan Berkomunikasi
- Raker Komunitas Komisi F DPRD Sulsel Bahas Berita Hoaks
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Siagakan Satgas Nataru, Pastikan Ketersediaan Energi Aman
- Bupati Paris Yasir Hadiri Tasyakuran Raudhatul Qur'an DPD Wahda Islamiyah Jeneponto
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Soppeng, Muhammad Chandra mengaku jika kelangkaan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang sering disampaikan oleh masyarakat.
“Saat mendapat aspirasi, kami lalu berkordinasi dengan pak Kadis PPK dan UMKM. Makanya kami mengambil langkah alternatife dengan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” ungkap Chandra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
