Terkini.id, Jakarta – Lembaga survei Litbang Kompas menunjukkan hasil survei tingkat kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo mencapai angka 73,9 persen.
Menanggapi hal itu, direktur lembaga survei Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah buka suara. Dia mengatakan hasil survei bertolak belakang dengan keadaan di masyarakat, menurutnya Presiden Joko Widodo berhasil membangun citranya dimata masyarakat.
Dia juga mengatakan jika hasil survei yang didapatkan IPO pada awal tahun 2022 tidak selaras dengan tingkat kepuasa masyarakat yang menunjukkan angka 73,9 persen itu. Artinya, ada keberhasilan membuat citra Preside di masyarakat.
“Masyarakat menyatakan kondisinya sulit, terutama kehidupan ekonominya. Tapi ketika ditanya apakah puas dengan kinerja pemerintah itu juga menyatakan puas,” kata Dedi, dikutip dari laman CNN Indonesia, Sabtu 26 Februari 2022.
“Sehingga, asumsinya adalah jangan-jangan ini semacam keberhasilan pemerintah. Terutama adalah Presiden Joko Widodo dalam membangun reputasi dan citra di mata publik,” tambahnya.
- Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol di Istana, Dedi: Pertemuan Itu Tidak Etis Karena Gunakan Kantor Presiden
- Sebut Puan-Anies Mampu Damaikan Cebong dan Kampret, Bahlil Lahadalia: Ini Paten, Ikuti Saja!
- Sebut Gugatan Presidential Threshold PKS Simpati Publik, Dedi Kurnia: Langkah Terlambat!
- Reshuffel Kabinet Tanpa Wapres Jadi Sorotan, Pengamat: Lebih Kepada Negosiasi Politik, Bukan Kepentingan Publik
- Pengamat Politik Usulkan Jokowi Segera Reshuffle Menaker Ida dan Mendag Lutfi: Sebenarnya Sudah Layak Sejak Lama!
Dalam data survei yang dilakukan IPO terdapat 59 orang menyatakan puas dan 10 persen sangat puas terhadap kinerja Presiden selama ini. Sementara, 26 persen menyatakan tidak puas dan 5 persen lainnya sangat tidak puas.
Hal itu berbeda jauh dengan jawaban responden terkait kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hanya 39 persen yang menyatakan puas dan 4 persen lainnya sangat puas. Sementara, 47 persen responden menyatakan tidak puas dan 10 lainnya sangat tidak puas.
Kepuasan itu, kata dia, tidak selaras dengan tanggapan responden soal kehidupannya sehari-hari dari sisi ekonomi dan kesejahteraan. Dia menuturkan, ada 57 persen masyarakat yang menyatakan kehidupannya sulit.
“Dalam aktivitasnya sebetulnya di masyarakat juga tidak merasakan lebih mudah,” jelasnya.
Dalam asumsi tersebut, Dedi menuturkan bahwa seharusnya jika masyarakat puas dengan kinerja pemerintah, maka seharusnya ada kemudahan hidup yang dirasakan.
Sehingga, menurutnya Presiden Joko Widodo telah berhasil membangun citra di publik terkait dengan kerja-kerja yang dilakukannya selama ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
