Survei: Mayoritas Warga Puas Kinerja Pemerintahan Nico-Victor Tangani Covid-19

Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara bersama istri

Terkini.id, Makale – Hasil Survei Institut Riset Indonesia (INSIS) mengungkap persepsi publik soal kinerja kepala daerah yang dianggap memiliki kinerja paling baik dalam penanganan pandemi COVID-19. 

Mayoritas publik puas dengan kinerja pemerintah kabupaten Tana Toraja di bawah kepemimpinan Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara dalam menangani pandemi corona atau Covid-19. 

Survei yang dilakukan Institut Riset Indonesia (INSIS) menunjukkan sebanyak 
72,50 persen dari 400 responden menyatakan merasa sangat puas dan puas dengan kinerja pemerintah kabupaten Tana Toraja. 

Sementara 23,25 persen tidak puas dan sangat tidak puas. Hanya, 4,25 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Kinerja pemerintah kabupaten dalam menangani penyebaran Pandemi Covid-19 terbilang baik. Hanya 23,25 persen masyarakat di Tana Toraja merasa tidak puas dan sangat tidak puas,” jelas Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata.

Menarik untuk Anda:

Jebolan University Sains Malaysia (USM) tersebut juga menyampaikan jika penyebaran wabah Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat saja,  juga mengancam pendapatan masyarakat.  Hal itu, dikarenakan masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah dan lainnya.

Sehingga 82 persen masyarakat di Tana Toraja mengaku terdampak pandemi Covid-19 berpangaruh dan sangat berpengaruh terhadap perekonomian mereka. 

“Sebanyak 17,75 persen mengaku tidak berpengaruh dan sangat tidak berpengaruh, dan 0,25 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Karena itulah, pemerintah pusat dan tentu saja pemerintah daerah menyalurkan sejumlah bantuan untuk membantu mengurangi beban masyarakat dalam menghadapi dampak penyebaran Covid-19. Sebut saja seperti bantuan sosial atau sejenis bantuan langsung tunai atau lainnya.

“74,75 persen mengaku pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sedangkan 25,25 persen mengaku belum pernah mendapatkan bantuan,”bebernya.

“Ini menjadi pekerjaan dan tantangan pemerintah dalam menyelesaikan soal bantuan tersebut,” sambung Dian.

Disebutkan juga, anggota Tim Pakar Pemerintah UU 7/2017 tentang Pemilu itu, tingkat kepuasan masyarakat Tana Toraja berbanding lurus dengan tingkat kepuasan sejumlah pelayanan yang disajikan pemerintah daerah. 

Di bidang kesehatan misalnya terdapat 94,50 persen masyarakat menilai pelayanan sangat baik dan baik.

Masih kata Dian, di bidang pendidikan, 91.50 persen mengaku sangat baik dan baik. Pelayanan publik 91,25 persen mengaku sangat baik dan baik. Di bidang ekonomi kerakyatan, 74,25 persen mengaku sangat baik dan baik.

“Praktis yang menjadi titik krusial soal penyediaan air minum. Soalnya, hanya 50,25 persen mengaku sangat baik dan baik, 26 persennya mengaku penyediaan layanan ini tidak baik dan sangat tidak baik,” pungkasnya. 

Menanggapi hasil riset yang dikeluarkan oleh Institut Riset Indonesia (INSIS) ini, Nicodemus Biringkanae yang ditemui redaksi terkini.id menyampaikan ucapan terima kasih kepada INSIS yang telah melakukan survei terhadap masyarakat Tana Toraja terkait penanganan Penyebaran Covid-19.

“Terima kasih hasil survei yang dikeluarkan oleh INSIS. Itu merupakan tantangan bagi pemerintah dan sekaligus menjadi cermin potret bagi demografi masyarakat Tana Toraja.

Diberitakan sebelumnya pada sebuah Webiner, Nicodemus Biringkanae menjadi salah satu pembicara bersama empat bupati lainnya di Sulawesi Selatan.

Dalam paparannya, Nico menyampaikan situasi dan permasalahan sektor unggulan dampak Covid-19 khusus di Tana Toraja adalah sektor pariwisata, pertanian serta strategi kebijakan terkait situasi dan permasalahan yang ada. 

Ia mencontohkan pada sektor pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melahirkan inovasi berupa Program Penguatan Lembaga Ekonomi Kerakyatan (PELEK) dengan berbagai kegiatan di dalamnya yaitu survey dan pendataan sasaran objek oleh RT/Dusun, menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menggandeng kios-kios kecil. 

Selain itu juga berupa bantuan Jaring Pengaman Sosial kepada masyarakat dan komunitas tertentu sebanyak 49.690 paket, bantuan JPS kesenjangan antara masyarakat Lembang dan Kelurahan 29.912 paket, skema intervensi harga kopi, pengendalian dan intervensi harga sayur dan ikan, pengembangan skema kompensasi harga barang kadaluarsa, penguatan usaha pesan-antar dengan kupon makan.

“Ada juga program penguatan usaha perseorangan jasa ojek dan angkutan, penguatan usaha menjahit masker kain dan baju anak sekolah, bantuan benih sayur pertanian 1 kg per Lembang/Kelurahan (6 jenis benih), mendorong stimulus usaha kreatif milenial, stimulus dan permodalan usaha mikro di pedesaan, pengembangan kerjasama usaha dan distribusi usaha mikro dan UMKM,”urainya.

Dan yang terakhir adalah penguatan program padat karya atau swakelola untuk menjadi peluang pendapatan dan daya beli masyarakat dalam rangka Pemulihan dan Trasformasi Ekonomi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

John Rende Mangontan Siap Maju di Musda Golkar Tana Toraja

Pasangan NIVI Menang Versi Hitung Cepat di Tator, Welem: Tunggu Rekapitulasi KPU

Komentar

Terpopuler

Terkini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar