Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Chusnul Chotimah berang dengan cuitan mantan menteri Susi Pudjiastuti yang membenarkan pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Melalui cuitannya, Susi mengatakan: “Its been like for sometimes Bapak” ujarnya seakan membenarkan pernyataan JK yang mengakatak buzzer adalah sumber kekacauan di republik ini.
Tidak terima dengan itu, Chusnul lantas memberi pernyataan balasan yang langsung ditujukan kepada Susi Pudjiastuti. Menurut Chusnul, Susi seharusnya sadar, buzzer yang dimaksud oleh JK adalah mereka yang pernah membela Susi sewaktu masih menjabat sebagai menteri.
“Ibu @Susipudjiastuti ini ga sadar, mereka yg dianggap buzzer itu adlh mereka yg membela ibu Susi waktu direndahkan sm opsisi, mereka juga yg menyebarkan apa yg sudah dilakukan ibu Susi sbg menteri hingga bisa terkenal seperti skrng,” cuit Chusnul melalui akun Twitternya pada Selasa 1 Januari 2022.
“Apa pantas disebut sumber kekacauan, sadar bu,” tambah Chusnul.
- Susi Pudjiastuti Turut Bangga Atas Pencapaian Cakra Khan di America's Got Talent 2023
- Jokowi Tinjau Jalan Rusak Lampung, Susi Pudjiastuti: Pak @jokowi Sering-Seringlah Bilang Mau ke Daerah-Daerah
- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Doakan Kiky Saputri Jadi Gubernur
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Soal Ucapan Mahfud MD Tentang Pemilu dan SBY, Susi Pudjiastuti: Maksudnya Curang Itu Biasa?
Tidak berhenti di situ, Chusnul juga membagikan cuitan terdahulunya yang menyanjung hasil kerja Susi Pudjiastuti. Menurutnya, cuitannya itu tidak pernah dibayar sama sekali, murni karena dukungan moril terhadap pemerintahan.
“Coba ibu @susipudjiastuti jujur apakah waktu itu twet sy ini ada yg perintahkan? Apakah sy nge-tweet seperti ini dibayar ibu? Apakah yg sy lakukan ini merusak persatuan, memecah belah bangsa, atau sumber kekacauan? Dan skrng coba ibu bandingkan dgn tweet2 Said didu, Haikal dll,” cecar Chusnul seperti menuntut jawaban.
Diketahui, pernyataan lawas Jusuf Kalla pernah menyinggung sumber kekacauan di tanah air adalah buzzer.
Jusuf Kalla memaklumi bahwa buzzer pada awal kampanye adalah lumrah, namun jika masa pemilihan tersebut telah selesai, maka sebaiknya buzzer juga berhenti.
“Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik,” tegas Jusuf Kallah pada Selasa 23 Februari 2021 silam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
