Terkini.id, Jakarta- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerukan dan meminta kepada Presiden Jokowi untuk membubarkan Kementerian Perdagangan. Pembubaran tersebut diserukan akibat Jokowi mengeluhkan Indonesia yang masih impor jagung.
Susi Pudjiastuti secara mengejutkan meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) dibubarkan. Sebelumnya, Susi meminta untuk memastikan tidak ada kartel impor jagung.
“Pastikan tidak ada kartel impor, salah satunya dengan bubarkan Departemen Perdagangan,” tegas Susi Pudjiastuti dalam akun Twitter pribadinya, Kamis 28 April 2022.
Dalam tulisannya di akun media sosial pribadinya, Susi Pudjiastuti menyarankan Presiden Jokowi agar memastikan pembatasan impor jagung serta mengenakan impor tarif untuk semua produk pertanian impor yang Indonesia dapat produksi sendiri.
“Pastikan impor dibatasi, kenakan impor tarif untuk semua produk pertanian impor yang kita bisa produksi sendiri,” ujar Susi.
- Susi Pudjiastuti Turut Bangga Atas Pencapaian Cakra Khan di America's Got Talent 2023
- Jokowi Tinjau Jalan Rusak Lampung, Susi Pudjiastuti: Pak @jokowi Sering-Seringlah Bilang Mau ke Daerah-Daerah
- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Doakan Kiky Saputri Jadi Gubernur
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Soal Ucapan Mahfud MD Tentang Pemilu dan SBY, Susi Pudjiastuti: Maksudnya Curang Itu Biasa?
Susi pun melanjutkan, hasil pengenaan impor tarif digunakan untuk membantu pertanian dalam negeri.
“Hasil dari pengenaan impor tarif untk membantu pertanian dalam negeri,” lanjutnya.
Adapun Presiden Jokowi saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Istana Negara menyatakan keluhannya perihal Indonesia yang masih impor jagung. Menurutnya, komoditas jagung seharusnya dapat dipenuhi sendiri oleh Indonesia.
“Jagung masih impor, ya tanam jagung. Kenapa? tanam jagung di mana pun juga tumbuh, kenapa masih impor?” ujar Jokowi, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis 28 April 2022.
Komoditas kedelai pun disinggung juga. Menurut Jokowi, ada banyak laha di dalam negeri yang dapat digunakan untuk menanam kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe.
“Kedelai kita juga masih impor. Padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai, langsung lakukan ini,” tuturnya.
Selanjutnya, Jokowi lantas memberika instruksi untuk membuat kebijakan yang dapat meningkatkan produktifitas dan kemandirian sektor pangan dan energi.
“Kita harus ingat, ke depan, problem dunia ada dua, pangan dan energi. Ini yang sangat kritis hal ini dan kita memiliki kekuatan di sini. Oleh karena itu tingkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
