Syahrul Gunawan Disebut Seperti ‘Kutu Loncat’, Khoirul Umam: ‘yang Dilakukannya Kurang Etis’

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini Wakil Bupati Bandung yang juga merupakan kader dari Partai NasDem, Syahrul Gunawan menjadi sorotan halayak ramai. Pasalnya, ia datang ke acara Golkar dan juga menggunakan atribut Partai Golkar.

Tindakan Syahrul yang seperti ini, dinilai tidak etis untuk Partai NasDem.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Ahmad Khoirul Umam, selaku Direktur Eksekutif IndoStrategic. Dia mengatakan jika dilihat dari perspektif Partai NasDem sendiri, perbuatan Syahrul Gunawan tidak etis dan kurang sensitif.

Baca Juga: Ketum Golkar: Koalisi Indonesia Bersatu Lanjutkan Kesuksesan Pembangunan Era Jokowi

“Jika dicerna dari perspektif keluarga besar NasDem, yang dilakukan Sahrul Gunawan itu kurang etis. Orang berpartai itu berarti sudah beridentitas, yang ditunjukkan lewat penghormatan pada visi, misi, platform kinerja, maupun penghormatan pada atribut kepartaian masing-masing. Apa yang dilakukan Sahrul itu kurang menunjukkan sensitivitas itu,” kata Umam saat dihubungi, yang dikutip dari detiknews.com pada Selasa, 11 Januari 2022.

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina ini juga menyebutkan, bahwa perbuatan kader NasDem tersebut menunjukan bahwa ia seperti tidak ingin terikat oleh partai. Juga hal tersebut bisa menjadi fenomena ‘Kutu Loncat‘.

Baca Juga: Kader Gerindra Puji Airlangga yang Bangun Koalisi Indonesia Bersatu: Dia...

“Bisa saja disebabkan oleh faktor party identification (Party ID) yang rendah, atau memang juga sikap pragmatis para politisi untuk tidak terikat oleh identitas kepartaian secara absolut. Akhirnya, banyak fenomena ‘kutu loncat‘, yang di antaranya sering dipraktikkan para artis yang mendadak jadi politisi, karena mereka tidak dibentuk dan digembleng secara ideologis,” jelasnya.

Fenomena kutu loncat oleh para artis ini, akhirnya akan menimbulkan dampak fenomena baru yaitu  ‘bubble party‘.

“Sehingga keluar masuknya kutu loncat itu sering berkontribusi pada terjadinya fenomena ‘bubble party‘, yakni partai yang elektabilitasnya seperti balon, mudah mengembang dan mudah mengempis,” tambahnya.

Baca Juga: Kader Gerindra Puji Airlangga yang Bangun Koalisi Indonesia Bersatu: Dia...

Lebih jauh lagi, Umam juga menduga bahwa tindakan Sahrul ini adalah sinyal pertanda untuk loncatan selanjutnya. Walaupun begitu, ia tetap menyebutkan kalau Syahrul lah yang tau apa motif sesungguhnya dibalik perbuatannya tersebut.

“Kalau menurut Sahrul hal itu tetap masuk dalam standar etis, hal itu mengindikasikan ia tak punya sensitivitas lebih dalam ke kehidupan berpartai. Adapun motifnya, Sahrul yang tahu. Bisa saja itu menjadi sinyal untuk lompatan ia selanjutnya, terlebih di saat hampir semua hasil lembaga survei memprediksi elektabilitas Nasdem berpotensi terkoreksi di Pemilu 2024 mendatang,” ujarnya.

Diketahui bahwa potret dirinnya mengenakan atribut Golkar pada saat, Sahrul menghadiri acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu.

Bagikan