Syamsuddin Alimsyah Harap DPRD yang Baru Harus Mampu Menahan Nafsu Studi Banding

Bakal calon Bupati Bulukumba, Syamsuddin Alimsyah

Terkini.id,Makassar – Setelah menjalani proses penetapan dari KPU Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan,  40 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu 2019, akhirnya secara resmi dilantik. Pelantikan para wakil rakyat tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba Pengucapan Sumpah atau Janji Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Masa Jabatan  2019-2024, di Gedung Baru Ruang Rapat Paripurna DPRD Bulukumba, Senin 19 Agustus 2019.

Salah satu bakal calon Bupati Bulukumba, Syamsuddin Alimsyah yang sehari harinya dipanggil Syam menaruh harapan kepada seluruh anggota legislatif yang dilantik pada hari ini.

Pendiri Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah mengatakan DPRD baru harapan baru.  Ia mengaku selalu menganut prinsip hari ini harus lebaih baik dari kemarin. Dan akan datang harus jauh kebih baik lagi.

Syaratnya bagaimana? Teman teman harus paham dan sadar betul semangat pembentukan lembaga DPRD.

“Tidak sekedar kumpulan pencari kerja melainkan dibentuk dalam rangka cek and balance. Lembaga  penyeimbang untuk tidak otoritarian,” tuturnya kepada TERKINI.ID.

Bakal Calon Bupati Bulukumba 2020 mendatang ini menyampaikan bahwa DPRD harus memainkan fungsinya. Memastikan semua anggaran tepat sasaran untuk pemenuhan hak dasar dan bukan berbasis selera.

“Memastikan semua regulasi Perda yang dibuat melindungi hak hak sosial. Bukan menghajar masyarakat. Memastikan pemerintahan berjalan on the track bebas korupsi. Bukan bagian dari pelaku korupsi. Sederhananya DPRD adalah lembaga terhormat. Terhormat karena mampu merefresentasikan suara dan jeritan hati rakyatnya,” lanjutnya.

Bahkan dirinya mengaku sebagai Balon Bupati pada Pilkada mendatang berharap bahwa yang terpenting adalah sama-sama menghargai kedudukannya sebagai unsur penyelenggara daerah. Ada lembaga yang dimandat penyusun dan perencana anggaran dan ada yang membahas memastikan dan mengevaluasi pelaksanaan anggaran.

“Kepala Daerah dan Dprd harus sama-sama bahu membahu membuat dan menjalankan kebijakanan berbasis pro rakyat sesuai dengan kewenangannya. Sama-sama komit untuk tidak berprilaku boros anggaran karena yang dikedepankan adalah kepentingan publik,” sambungnya.

Bukan itu saja, ditambahkan Syam agar bersama membangun jaringan mengkonsolidasi potensi anggaran, membangun jaringan untuk investasi dan sama-sama mengharamkan diri untuk berprilaku korupsi.  Karena pemerintahan yang terbuka dan tidak korup akan melahirkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Dan saat bersamaan investasi juga akan tumbuh kembang untuk masyarakat. Kejayaan Bulukumba harus dibangun kembali sebagai kawasan terpadu di jasirah selatan-selatan

“DPRD ke depan harus mampu menahan atau setidaknya mengurangi nafsu studi banding. Sebaliknya yang dibangun kuat adalah kemampuan bekerjasama melakukan percepatan pembangunan, kreatisi dan inovasi sehingga Bulukumba menjadi pusat belajar studi pemerintahan yang baik bagi daerah daerah luar. Bukan sebaliknya kita bangga banyak keluar belajar tapi dampak bagi masyarakat kurang,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini