Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyindir pendapat mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua yang menyarankan agar polisi tidak bersenjata, cukup pakai tongkat.
Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua kembali disoroti warganet baru-baru ini. Bahkan nama 'Abdullah Hehamahua' menjadi salah satu trending topic di jejaring situs Twitter. Setelah
Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dan pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyindir Abdullah Hehamahua yang bicara soal keperawanan. Eko Kuntadhi menyindir bahwa Adullah
Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengomentari perihal polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dilaksanakan dalam rangkaian tes alih status pegawai KPK.
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal atau Gus Sahal menanggapi perihal pernyataan Abdullah Hehamahua soal tradisi Yahudi. Abdullah Hehamahua baru-baru
Akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando menanggapi pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi atau Masyumi ‘Reborn’ Abdullah Hehamahua. Sebelumnya, dikabarkan Abdullah memberikan titah yang melarang
Ferdinand Hutahaean turut mengkritik Abdullah Hehamahua yang melarang tepuk tangan karena dianggap sebagai tradisi Yahudi. Ferdinand menyinggung bahwa Abdullah Hehamahua melarang tepuk tangan namun
Ade Armando, dosen dan pakar komunikasi mengkritik pimpinan Partai Islam yang melarang umat untuk bertepuk tangan dengan alasan bahwa itu adalah tradisi Yahudi. Menurut
Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua melarang kader Masyumi untuk tepuk tangan lantaran menilai hal itu merupakan budaya Yahudi. Larangan tepuk tangan yang