Makassar Terkini
Masuk

Abdullah Hehamahua Sarankan Polisi Pakai Tongkat Saja, Eko Kuntadhi Sindir: Emang Nenek Sihir

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyindir pendapat mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua yang menyarankan agar polisi tidak bersenjata, cukup pakai tongkat.

Sindiran Eko Kuntadhi itu dilontar melalui akun Twitter-nya, @_ekokuntadhi.

“Emangnya nenek sihir…,” cuit Eko Kuntadhi, pada Kamis, 11 Agustus 2022.

Cuitan Eko Kuntadhi itu disertai tangkapan layar berita yang memuat pendapat Abdullah Hehamahua.

Tangkapan layar cuitan Twiiter Eko Kuntadhi. (@_ekokuntadhi)

Seperti dilansir republika.co.id, Rabu, 10 Agustus 2022, Abdullah Hehamahua mengatakan bahwa reformasi Polri jilid 2 atau mengevaluasi pembentukan Satgasus tidak akan serta merta memperbaiki citra kepolisian.

Pasalnya, menurut Abdullah Hehamahua, permasalahannya ada pada eksistensi institusi Polri itu sendiri.

“Menghilangkan eksistensi Satgasus, tidak otomatis memperbaiki citra kepolisian. Sebab, eksistensi institusi Polri itu sendiri yang salah. Pembentukan Satgasus itu sendiri dilakukan oleh Kapolri. Dan apakah kapolri berani lakukan hal tersebut tanpa sepengetahuan Presiden,” kata Abdullah Hehamahua.

Abdullah justru menyarankan agar keberadaan institusi Polri tidak lagi di bawah Presiden langsung, tetapi berada di Kementerian Dalam Negeri.

Praktik ini, kata dia, sudah dilakukan oleh mayoritas negara-negara di dunia.

“Jadi hemat saya, pertama, kepolisian ditempatkan di bawah Kementerian Dalam Negeri, seperti yang berlaku di mayoritas negara-negara di dunia,” ujar Abdullah Hehamahua. 

Kedua, lanjut Abdullah Hehamahua, anggota polisi tidak lagi memiliki senjata karena institusi adalah institusi sipil, bukan militer.

“Mereka cukup dilengkapi tongkat seperti di negara lain di dunia. Senjata mereka yang ada sekarang diserahkan ke TNI,” tutur Abdullah Hehamahua.

Dan ketiga, ujar Abdullah Hehamahua, rekrutmen anggota polisi dilakukan seperti proses pengadaan PNS/ASN. Bila perlu, rekrutmennya sama seperti rekrutmen pegawai KPK.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum ditemukan tanggapan dari pihak Abdullah Hehamahua terkait sindiran dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi.