Terkini.id, Jakarta – Gerakan kelompok Khilafatul Muslimin yang belakangan ini meresahkan masyakarat disebut memiliki hubungan dengan gerakan teroris Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah (JI).
Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar memberikan pendapatnya mengenai fanatisme dalam kehidupan beragama dan kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dicap sebagai ekstremis oleh Singapura.
Selasa, 24 Mei 2022, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa penyebaran ajaran radikalisme sangat rentan mencemari mahasiswa dan mahasiswi.
Terkini.id, Jakarta -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan bahwa fanatisme terhadap agama itu bagus, namun disamping itu dia mengimbau untuk tidak menjadikan fanatisme agama untuk memonopoli kebenaran.
Usai mengungkapkan ciri-ciri penceramah radikal yang sempat mencuri perhatian publik, kini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan penceramah perlu menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme.
Menanggapi klaim Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar tentang adanya ratusan pondok di Indonesia yang terafiliasi teroris, Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustaz Adib Fuadi Nuriz, menilai pernyataan tersebut perlu diluruskan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, buka suara soal alasan pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) di tahun 2020.