Untuk Cegah Intoleransi, Ketua BNPT Minta Masyarakat Hormati Kebenaran Versi Agama Lain

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar memberikan pendapatnya mengenai fanatisme dalam kehidupan beragama dan kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dicap sebagai ekstremis oleh Singapura.

Dilansir dari gelora.co, Rabu 25 Mei 2022, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut berujar bahwa kita sebagai individu harus menghormati kebenaran versi agama lain.

Selain itu dirinya juga menegaskan jika kita memaksakan kebenaran agama kita padahal di agama lain diajarkan berbeda, hal tersebut akan menciptakan intoleransi.

Baca Juga: Netizen Miris dengan Atlit Badminton Mohammad Ahsan Ngaji Bareng Syafiq...

“Yang terpenting kita tetap harus menghormati kebenaran yang versi agama lain. Kalau kita memaksakan kebenaran kita, sementara agama lain mengajarkan lain, tentu ini berpotensi menimbulkan intoleransi,” ujar Boy Rafli Amar, dikutip dari gelora.co, Rabu 25 Mei 2022.

Lebih lanjut lagi, fanatisme dalam sebuah agama tidak disalahkan, namun jika kita menyalahkan ajaran di agama lain karena ilmu agama tersebut berbeda dengan yang kita anut, maka hal ini akan menimbulkan benturan antar sesama.

Baca Juga: Edit Foto Ade Armando dan Abu Janda Pakai Hijab, Warganet:...

“Mereka punya fanatisme sendiri, kalau dipertentangkan, itu lah yang menjadi intoleransi, terjadinya benturan-benturan,” lanjutnya.

Selanjutnya, orang nomor satu di BNPT tersebut juga menjawab soal kasus yang sedang menimpa UAS.

UAS dianggap menyebarkan paham radikalisme oleh Singapura, sehingga dirinya ditolak masuk ke negara tetangga yang jaraknya sangat dekat dengan Indonesia ini.

Baca Juga: Edit Foto Ade Armando dan Abu Janda Pakai Hijab, Warganet:...

Boy Rafli Amar menyebut bahwa insiden yang menimpa UAS seharusnya bisa dijadikan bahan refleksi.

“Kita tentu melihat itu sebagai sebuah bahan kajian merefleksi kembali,” tambahnya.

Sebagai penutup, Boy Rafli Amar juga membeberkan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawasi lika-liku ajaran radikalisme di tanah air.

Sebab radikalisme sangat tidak sesuai dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagikan