"Kalau ada seperti itu, ada penggerak maupun tidak ada penggerak ya akan melakukan itu. Karena sudah ada niat berbuat jahat melakukan tindak terorisme, jadi ada atau tidak ada berarti dia... kalau dia benar sudah ada pengetahuan, berarti dia sudah ada dalam benak dia melakukan terorisme, ada atau tidak ada pelaku penggerak," jelas Mudzakkir dilansir dari laman Fakta Kini pada Senin, 7 Maret 2022.