Tahapan wawancara Jamsostek Award 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi ditutup di Makassar. Sebanyak 10 pemerintah daerah memaparkan inovasi dan komitmen memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan guna mewujudkan Universal Coverage Jamsostek.
Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf memaparkan inovasi perluasan perlindungan pekerja pada Jamsostek Award 2026. BPJS Ketenagakerjaan menyebut ajang ini menjadi pendorong percepatan Universal Coverage Jamsostek di Sulawesi Selatan.
Hari kedua Jamsostek Award Sulsel 2026 menampilkan inovasi pemerintah daerah dan badan usaha dalam memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui kolaborasi, digitalisasi, dan program perlindungan pekerja rentan menuju Universal Coverage Jamsostek.
Jamsostek Award 2026 mendorong Bank Sulselbar memperkuat inovasi CSR dan layanan perbankan guna memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan.
BPJS Ketenagakerjaan memulai Wawancara Jamsostek Award 2026 Tingkat Sulawesi Selatan di Makassar. Pada hari pertama, Kabupaten Takalar dan Gowa memaparkan komitmen serta inovasi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Morowali Utara memperkuat sinergi menuju 100 persen Universal Coverage Jamsostek dengan melindungi 15.000 pekerja rentan dan membentuk Agen PERISAI Desa.
Pemkot Makassar bersama BPJS Ketenagakerjaan mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan JKK, JKM, dan JHT kepada 45 ribu pekerja rentan melalui Program Makassar Berjasa.
BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi Program Makassar Berjasa yang menghadirkan 1.005 agen PERISAI di seluruh RW Kota Makassar untuk memperluas perlindungan pekerja dan mempercepat Universal Coverage Jamsostek.
BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi Program Makassar Berjasa yang menghadirkan 1.005 agen PERISAI hingga tingkat RW. Program ini memperkuat perlindungan pekerja dan mendorong percepatan Universal Coverage Jamsostek di Kota Makassar.