Mereka memeluk putri kecil mereka, yang baru kemarin mereka kira baik-baik saja.
Mereka tidak tahu anaknya punya pacar. Tidak tahu ia sedang rapuh. Tidak tahu ia sedang mencari perhatian, kasih sayang, dan tempat merasa berarti.
Bukan karena mereka tidak mencintai.
Tetapi karena mereka tidak hadir.
Masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri. Orang tua dengan pekerjaannya. Anak dengan kesepiannya. Di celah itulah bencana masuk.
Rumah tangga bukan hanya tentang menikah, hamil, melahirkan, dan menyekolahkan anak. Ia adalah amanah. Dan setiap amanah ada LPJ nya di akhirat kelak.
Anak tidak hanya butuh biaya hidup. Ia butuh telinga yang mau mendengar, mata yang mau melihat, dan hati yang mau memeluk. Anak butuh waktu kita,
- Di Balik Jeritan Siswa Kejadian 23 April 2026, Kasus MBG Terhenti di Tengah Jalan?
- Kanwil DJP Sulselbartra Peringkat Kedua Nasional Pertumbuhan Pelaporan SPT 2025
- Upacara Hardiknas, Bupati Tegaskan Komitmen Pemkab Jeneponto Mencetak Generasi Emas
- XLSMART Gelontorkan Rp200 Juta, 33 Ribu UMKM Perempuan Berebut Modal Pintar 2026
- Ulama dan Umara: Dua Pilar Peradaban untuk Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter
Butuh belaian. Butuh nasihat dan juga wibawa sebagai orang tua.
Malam itu mengajarkan saya satu hal , bahwa yang paling sering berdarah bukan hanya tubuh manusia, tetapi keluarga yang kehilangan keintiman. Miskin kasih sayang sejati. Miskin kebersamaan.
Ketika kembang api menyala di langit, ada anak-anak yang sedang gelap dalam sepi.
Mari kita kembali memantik kembang api dalam keluarga kita. Menciptakan kehangatan dalam pelukan keluarga.
Ada pesan dari langit…
Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(QS. At-Tahrim: 6)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
