Mereka memeluk putri kecil mereka, yang baru kemarin mereka kira baik-baik saja.
Mereka tidak tahu anaknya punya pacar. Tidak tahu ia sedang rapuh. Tidak tahu ia sedang mencari perhatian, kasih sayang, dan tempat merasa berarti.
Bukan karena mereka tidak mencintai.
Tetapi karena mereka tidak hadir.
Masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri. Orang tua dengan pekerjaannya. Anak dengan kesepiannya. Di celah itulah bencana masuk.
Rumah tangga bukan hanya tentang menikah, hamil, melahirkan, dan menyekolahkan anak. Ia adalah amanah. Dan setiap amanah ada LPJ nya di akhirat kelak.
Anak tidak hanya butuh biaya hidup. Ia butuh telinga yang mau mendengar, mata yang mau melihat, dan hati yang mau memeluk. Anak butuh waktu kita,
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
Butuh belaian. Butuh nasihat dan juga wibawa sebagai orang tua.
Malam itu mengajarkan saya satu hal , bahwa yang paling sering berdarah bukan hanya tubuh manusia, tetapi keluarga yang kehilangan keintiman. Miskin kasih sayang sejati. Miskin kebersamaan.
Ketika kembang api menyala di langit, ada anak-anak yang sedang gelap dalam sepi.
Mari kita kembali memantik kembang api dalam keluarga kita. Menciptakan kehangatan dalam pelukan keluarga.
Ada pesan dari langit…
Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(QS. At-Tahrim: 6)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
