Tak Ada Orang Aborigin Tertular Virus Corona di Australia, Petugas Medis Heran

Terkini.id, Canberra – Australia mencatat, data penyebaran COVID-19 di Kawasan Australia Utara (NT) menunjukkan tidak ada warga Aborigin yang terinfeksi virus corona sejauh ini.

Padahal tingkat penyakit-penyakit lainnya sangat tinggi di kalangan penduduk asli benua Australia tersebut.

Pekan lalu, Departemen Kesehatan setempat menyampaikan, dari 28 kasus yang tercatat di (NT), tidak ada satu pun pasien dari kalangan penduduk asli Aborigin atau Torres Strait Islander.

Baca Juga: Corona RI per 22 Januari Tembus 3.205 Kasus

Dua kasus tambahan terdeteksi setelah dua orang tentara Australia kembali ke Darwin, setelah bertugas di Timur Tengah dan dinyatakan positif.

Hal ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai keberhasilan pemerintah setempat yang sejak dini memberlakukan pembatasan ketat, terutama menutup perbatasan bagi pendatang dari negara bagian lain maupun dari luar negeri.

Baca Juga: Usai Pulang Dari Arab Saudi, Sejumlah Petugas Umrah RI Terpapar...

Tidak adanya orang Aborigin yang terinfeksi COVID-19 mengejutkan bagi John Paterson, Direktur Eksekutif Aliansi Layanan Medis Aborigin di Northern Territory (NT).

“Langkah-langkah awal seperti menutup perbatasan NT telah membantu menjaga wilayah yang rentan dari bahaya,” terangnya seperti dikutip dari ABC.

“Membuka kembali perbatasan akan menjadi hal paling terakhir. Saya tidak ingin melihat terjadinya gelombang kedua penyebaran virus corona di sini,” katanya.

Baca Juga: Usai Pulang Dari Arab Saudi, Sejumlah Petugas Umrah RI Terpapar...

Premier Gunner memastikan pembatasan sosial untuk komunitas Aborigin di pedalaman akan tetap diberlakukan sampai 18 Juni mendatang.

Kepala Departemen Kesehatan NT Dr Hugh Heggie memperingatkan risiko penyebaran COVID-19 belum berakhir di wilayahnya.

“Kemungkinan masih akan ada kasus baru COVID-19 yang didiagnosis di Northern Territory,” katanya.

Bagikan