Terkini.id, Jakarta – Pemerintah berupaya menahan laju penurunan ekonomi agar tak sampai ke jurang resesi pada kuartal III dan IV 2020 mendatang.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pemerintah bakal memberikan sejumlah stimulus baru bagi masyarakat untuk menggerakkan ekonomi.
Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan akan memberikan stimulus berupa tambahan uang untuk para pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta.
Kini, pemerintah akan memberikan tambahan bansos untuk program keluarga harapan (PKH) berupa beras 15 Kilogram (Kg).
Pemberian bansos tersebut memakan anggaran sebesar Rp4,6 triliun dengan target penerima 10 juta masyarakat.
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
“Program keluarga harapan nantinya akan menerima tambahan berupa beras 15 Kg,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam paparannya, Jakarta, Rabu 5 Agustus 2020 mendatang.
Stimulus selanjutnya adalah pemerintah juga menyiapkan bansos produktif untuk 12 juta UMKM termasuk bagi perusahaan yang sangat kecil. Rencana pemberian bantuan ini akan memakan anggaran sebesar Rp30 triliun.
Lalu terbaru adalah, pemberian gaji tambahan kepada karyawan berpenghasilan di bawah Rp5 juta. “Pemerintah mengkaji pemberian gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta diperkirakan akan anggarannya mencapai Rp31,2 triliun,” katanya.
Selain beberapa insentif tersebut, pemerintah juga akan meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pengurangan beban tagihan listrik bagi dunia usaha pariwisata, industri, bisnis dan sosial yang menelan dana sebesar Rp3 triliun.
“Jumlah anggaran ini untuk PLN agar tidak beri tagihan minimal adalah Rp3 triliun. Diberikan bagi industri pariwisata, hotel dan restoran agar mendapat dampak positif karena selama ini saat pandemi volume aktivitas turun tetapi harus tetap bayar minimal. Nanti yang dibayar adalah sesuai pemakaian,” katanya.
Stimulus selanjutnya adalah menurunkan cicilan PPh 25 yang sebelumnya didiskon sebesar 30 persen menjadi 50 persen. Kemudian, memperpanjang program bantuan sosial (bansos) untuk menanggulangi dampak pandemi Virus Corona hingga akhir tahun.
“Presiden (Joko Widodo) sudah melakukan langkah-langkah. Terakhir, seluruh bansos yang tadinya diberikan 3-6 bulan akan diperpanjang hingga Desember,” kata Menteri Sri Mulyani.
Adapun jumlah bantuan langsung tunai (BLT) akan dikurangi dari sebelumnya Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan. Pengurangan jumlah BLT tersebut bakal dilaksanakan pada September hingga Desember 2020 mendatang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
