Masuk

Politisi Demokrat Kaitkan Subsidi BBM Dengan IKN, Sebut Proyek Buat Sombong: Nggak Penting

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Ardi Wirdamulia turut menanggapi mengenai dana subsidi BBM.

Dalam hal ini, Ardi Wirdamulia mengaitkan subsidi BBM dengan proyek IKN yang ia sebut proyek untuk kesombongan yang menurutnya tidak penting.

Selain itu, Ardi Wirdamulia berpendapat bahwa negara tidak mampu subsidi BBM dikarenakan negara terlalu ugal-ugalan dalam berutang untuk membiayai proyek-proyek dan infrastruktur.

Baca Juga: Puan Ucapkan Sehat Terus ke SBY, Begini Komentar AHY

Menurutnya, dengan keadaan seperti ini, ada kewajiban membayar bunga yang berdampak pada kenaikan harga BBM akibat negara tidak mampu memberikan subsidi.

“Ngga punya uang untuk subsidi BBM itu karena besarnya utang ugal”an demi infrastruktur.  Proyek” buat nyombong yg ngga penting” amat model IKN.  Dengan kewajiban bayar bunga kek gini, ya kita tahu ujung”nya BBM pasti naik”, kata Ardi Wirdamulia, Selasa 23 Agustus 2022, dikutip dari cuitannya.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan jika tahun ini subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar mencapai angka Rp 502 Triliun.

Baca Juga: Siap-siap, Pemerintah Naikkan Tarif Cukai Rokok 10 Persen

Menurut Sri Muliani, dana Rp 502 Triliun itu diperkirakan akan habis bahkan kurang tapi akan ditambah lagi.

“Rp 502 triliun diperkirakan akan habis dan masih belum mencukupi. Kita memperkirakan apabila laju konsumsi seperti yang terjadi pada 7 bulan terakhir ini maka Rp 502 triliun akan habis dan masih akan ada tambahan lagi” ungkapnya.

Dana Rp 502 triliun ditujukan untuk subsidi BBM jenis pertalite dan olar serta LPG 3 kg dan tarif listrik di bawah 3.000 VA. Di samping itu sebagian juga diberikan kepada PT Pertamina persero dan PT PLN persero sebagai kompensasi dua tahun terakhir.

“Kebijakan tersebut adalah konsekuensi dari kebijakan tidak melakukan penyesuaian harga BBM dan listrik serta tidak adanya kenaikan harga minyak dari kenaikan BBM yang diatur pemerintah. Sementara harga ICP di dalam perekonomian global terus mengalami kenaikan,” jelasnya.

Baca Juga: 50.000 Buruh Demo Hari Ini di Depan Istana Akan Suarakan 6 Tuntutan

“Inilah yang disebut sebagai shock absorber, APBN meng-absorb shock yang sangat besar yang berasal dari kenaikan BBM atau ICP yang terjadi secara global,” terang Sri Mulyani.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak terkait mengenai pernyataan Politisi Demokrat itu.