Tak Mau Disebut Politikus, Babe Haikal Tegaskan Dirinya Adalah Motivator dan Ikut Presiden Jokowi

Tak Mau Disebut Politikus, Babe Haikal Tegaskan Dirinya Adalah Motivator dan Ikut Presiden Jokowi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Setelah sekian lama dilabeli sebagai kelompok pendukung Habib Rizieq Shihab dan juru bicara apsangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu, kini Haikal Hassan menegaskan bahwa dirinya adalah motivator.

Haikal Hassan mengungkapkan memang dirinya selama ini dilabeli sebagai ustaz hingga politikus. 

Soal siapa sebenarnya dirinya, Haikal menjelaskan itu saat hadir di podcast Refly Harun.

Pria yang disapa Babe Haikal itu menjelaskan latarbelakang dan pekerjaannya hingga dicap sebagai politikus.

“Bagi yang mengenal saya 20 tahun lalu. mereka mengenal saya sebagai pembicara publik sebagai motivator dan sampai dengan detik ini saya tetap melayani teman-teman yang mengundang saya sebagai motivator,” kata Haikal dikutip dari WartaEkonomi.

Baca Juga

Ia menilai selama ini label politisi adalah konsekuensi dari dirinya di Pilpres 2019 yang menempatkan dirinya sebagai juru kampanye dan jubir pasangan Prabowo-Sandi, padahal ia sendiri berpengalaman sebagai motivator.

“Saya ini pembicara publik motivator karena basis saya itu itu adalah produktivitas, sehar-hari itu saya membantu teman-teman yang perusahaannya mulai turun dan akhirnya sedikit sedikit mulai meningkatkan profit di perusahaan-perusanaan itu,” tegasnya.

Haikal Hassan juga membantah bahwa ia adalah politikus, karena ia tak berkarier di partai politik atau organisasi politik lainnya.

Setelah ini hidup Anda akan berubah, Kekayaan akan menghampiri Anda.

“Di mana-mana saya dilabeling itu, meski itu hak orang melakukan labelisasisi itu. Saya berusaha menampilkan saya bukan ustad saya bukan politisi karena politisi itu menurut saya orang yang berkarir berjenjang di dunia politik,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan alasan kenapa di tahun 2019 ia menjadi pendukung Prabowo-Sandi, sebagai penantang Jokowi-Maruf Amin.

“Saya ini sebagai konsultan yang akhirnya kemudian kecewa berat dengan lima tahun kepemimpinan Pak Jokowi janji-janji Pak Jokowi tak terpenuhi, katanya mau beli Indosat ternyata tidak, mau membuka lapangan kerja tidak,”

“Kami melihat pada waktu itu siapapun yang memiliki kekuatan untuk tidak lagi memilih Pak Jokowi kita dukung dan pada waktu itu adalah Pak Prabowo dan akhirnya kita mendukung habis Pak Prabowo agar lima tahun kedepan lebih baik. Tapi ternyata hasil diputuskan oleh keputusan MK dan KPU dimenangkan Jokowi.

“Tapi akhirnya saya taat hukum dan kami ikut presiden kami, yakni Pak Jokowi, bukan Pak Prabowo, Pak Prabowo adalah Menhan,” tegasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.