Syekh Ali Jaber ke Babe Haikal: Jangan Kaitkan Saya dengan 212 dan Aksi Politik Manapun

Terkini.id, Jakarta – Aksi penyerangan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal ini lantaran penyerangan terhadap seorang seorang ulama dan ustaz sudah cukup sering terjadi.

Menariknya, pelaku penyerangan terhadap ustaz selalu dikaitkan dengan masalah gangguan jiwa. Selain itu, penyerangan juga dikaitkan dengan masalah perbedaan politik hingga mazhab.

Menariknya, dalam peristiwa tersebut, Syekh Ali Jaber menolak jika peristiwa penyerangannya dikaitkan dengan masalah perbedaan politik maupun perbedaan aliran. Dia mengaku selama 12 tahun berdakwah di Indonesia, tidak pernah menyinggung masalah khilafiyah dan tidak pernah mendapat celaan di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Jaber dalam tayangan talksow TVOne, untuk meluruskan opini yang tengah dibangun Haikal Hassan.

Dalam tayangan tersebut, alumni 212 Haikal Hassan Baras mengungkapkan keanehan yang terjadi karena orang gila bisa dengan meyakinkan memilih sasarannya, yakni seorang ustaz. Dalam berbagai peristiwa, orang gila tersebut cuma menyerang satu orang yakni ustaz, tidak menyerang membabi buta sebagaimana orang tidak waras pada biasanya. Karena itu, wajar jika diduga ada orang yang menggerakkan orang tersebut.

Menarik untuk Anda:

Dia juga mengingatkan, bahwa orang orang jahat itu tidak cuma menggerakkan orang gila. Tetapi netizen di media sosial juga digerakkan untuk mencaci maki para ulama yang berseberangan dengan pemerintah.

“Jangan cuma melihat orang gila. Medsos lebih keras, mereka (netizen) mencela dan mencaci maki hababib. Kita tahu, Syekh Ali Jaber ini aktivis pendakwah yang sangat istiqomah, bahkan ikut serta dalam (aksi) 411, 212 dan juga menjadi salah satu korban, ” ungkapnya.

Mendengar pernyatan itu, Syekh Ali Jaber pun meluruskan.

“Alhamdulillah, 12 tahun berdakwah di sosmed hubungan saya baik dengan tokoh manapun, selalu menjaga perasaan umat, dan saya selalu memimpin umat menjaga kedamaian

Bahkan sekarang ditugaskan di Pilkada serentak, daerah konflik mendamaikan umat, saya dikirim ke Sumbawa, Bima Lombok Pontianak hingga Kalimantan.

Selama ini silahkan cek tausiyah saya, tidak pernah ada tema-tema kekerasan yang membahayakan. Termasuk kelompok-kelompok lain walau berbeda pandangan, saya tidak pernah mengangkat masalah khilafiyah, perbedaan. Justru kebersatuan selalu saya angkat semangat damai mencintai memuliakan sesama, bersatu,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan bahwa peristiwa penyerangan terhadap dirinya jangan dikaitkan dengan 212 dan aksi politik manapun. Dia justru saat ini sering mengisi acara tablig akbar yang digelar oleh Kepolisian Daerah.

“Dua belas tahun ini saya banyak menghadiri undangan tablig akbar di daerah daerah, khususnya Polda. Jadi jangan adu domba. Saya tidak mau dikaitkan dengan 212 dan aksi politk manapun. Yang terjadi sama say jangan disamakan dengan tokoh-tokoh agama lain. Saya pastikan dia (pelaku) bukan gangguan jiwa, dia berani dan berlatih, punya kekuatan dan tusukan cukup dalam,” ungkap Syekh Ali Jaber.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Arief Budiman Positif Corona, Kantor KPU dan Rumah Dinas Disterilkan

Viral Wanita Cantik Berpakaian Seksi Dihukum Jongkok Berdiri Gegara Tak Pakai Masker

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar