Masuk

Takut? Cak Imin Soal Penundaan Pemilu: Bisa Digebukin Banyak Orang, Saya Gak Ngotot!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengisyaratkan bahwa dirinya akan menghentikan usulan terkait penundaan Pemilu 2024. Dirinya sebut bisa digebukin banyak orang, Cak Imin juga ngaku bahwa ia tidak ngotot.

Hal Ini bakal dilakukan menyusul banyaknya gelombang penolakan atas wacana tersebut.

Isyarat itu disampaikan Muhaimin atau Cak Imin saat ditanya wartawan apakah PKB tetap akan melanjutkan mengusulkan wacana penundaan Pemilu atau tidak.

Baca Juga: Politikus PKB Sebut Pemenang Pilpres 2024 Adalah Orang Islam dan Jawa

Imin mengisyaratkan dengan berkelakar apabila dirinya tetap melanjutkan usulan itu, bisa-bisa dirinya menjadi “bulan-bulanan” masyarakat.

“Ya kalau saya bilang lanjut digebukin banyak orang dong,” kata Muhaimin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 22 April 2022, dikutip dari Suara.com.

Muhaimin dalam kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa pernyataan dia kepada Wakil Presiden Maruf Amin Yang menyinggung soal tunda Pemilu dan akhirat Peringatan Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII ke-62, merupakan guyonan semata.

Baca Juga: Prediksi Pengamat Cak Imin Hanya Jadi Fasilitator Bukan Capres atau Cawapres

Sebelumnya, Cak Imin kembali melempar wacana penundaan Pemilu 2024 meski Presiden Joko Widodo sudah meminta seluruh tokoh publik untuk berhenti melempar wacana tersebut.

Wacana penundaan Pemilu kembali digaungkan Cak Imin, kali ini di hadapan Wakil Presiden Maruf Amin yang hadir dalam Peringatan Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII ke-62 di Jakarta, Senin (18/4/2022).

“Saya tadi sebelum naik panggung ditegur oleh Kiai Maruf. Tadi Ketua PMII menolak pemilu ditunda, ini yang mau pidato (Cak Imin) yang mengusulkan pemilu ditunda, namanya usul masa tidak boleh? emang negara demokrasi tidak boleh usul? ya kalau PMII menolak ya nggak papa. Kan negara demokrasi, boleh ditolak,” kata Cak Imin berseloroh.

Bahkan, dia menambahkan bahwa usulannya menunda pemilu adalah demi membantu Maruf Amin di akhirat.

Baca Juga: Bapenda Sulsel Bebaskan Bea Balik Nama Kendaraan, Potensi Tingkatkan PKB Provinsi

“Saya itu usul dalam rangka menolong Kiai Maruf dalam rangka menolong rakyat, kenapa menolong Kiai Maruf? supaya nanti di akhirat kalau ditanya kurang ini itu, mesti alasannya karena dua tahun pandemi tidak bisa apa-apa,” ucapnya.

Cak Imin menilai pro dan kontra soal penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa presiden menjadi tiga periode adalah bagian dari proses demokrasi yang harus saling dihargai.

“Demokrasi bebas usul, bebas menolak, dan usul diterima atau ditolak tidak perlu demo. Wong namanya usulan kok pakai demo, apalagi demonya pakai gebuk-gebukan seperti itu,” tutur Cak Imin.

Saya gak ngotot, saya hanya menyatakan itu usulan, apalagi Pak Presiden sudah jelas sikapnya seperti itu, namanya juga usaha,” tutup Cak Imin.