Taliban Bilang China Bisa Berkontribusi dalam Pembangunan di Afghanistan

Terkini.id, Beijing – Taliban bilang China bisa berkontribusi dalam pembangunan di Afghanistan. Kelompok Taliban yang merebut kendali pemerintahan Afghanistan yang sebelumnya dipegang Presiden Ashraf Ghani sokongan Amerika Serikat (AS) dan NATO, angkat suara terkait rekonstruksi pembangunan di negara itu.

Menurut Taliban, China telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian serta rekonsiliasi di Afghanistan. Selain itu, China juga dipersilakan untuk berkontribusi pada pembangunan kembali negara itu.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara Taliban Suhail Shaheen kepada media pemerintah China, The Global Times, Kamis 19 Agustus 2021 kemarin.

Baca Juga: Gawat, Kasus Covid di China Meroket Lagi, 4 Juta Orang...

Seperti diketahui, milisi Taliban merebut kendali pemerintah Ghani pada akhir pekan lalu dalam pergolakan yang membuat ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan melarikan diri.

Demi alasan keselamatan, banyak yang takut akan kembalinya interpretasi keras hukum Islam yang diberlakukan selama pemerintahan Taliban sebelumnya yang berakhir 20 tahun lalu.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

Dalam menghadapi Taliban, China yang semakin kuat mungkin dapat memanfaatkan fakta, mereka tidak seperti Uni Soviet (Rusia) dan AS, yang terlibat peperangan di Afghanistan.

“China adalah negara besar dengan ekonomi dan kapasitas yang besar, saya pikir mereka dapat memainkan peran yang sangat besar dalam pembangunan kembali, rehabilitasi, dan rekonstruksi Afghanistan,” ungkap Shaheen kepada televisi CGTN dalam sebuah wawancara pada Kamis 19 Agustus 2021 malam, seperti dilansir dari kontan.co.id, Jumat 20 Agustus 2021.

Selama pertemuan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan delegasi Taliban di kota pelabuhan China utara Tianjin bulan lalu, ia mengatakan berharap Afghanistan dapat mengadopsi kebijakan Islam moderat.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

China telah mengutip ekstremisme agama sebagai kekuatan destabilisasi di wilayah barat Xinjiang, dan telah lama khawatir wilayah yang dikuasai Taliban akan digunakan untuk menampung pasukan separatis Uighur.

Bagikan