Terkini.id, Kabul – Taliban: kami ingin ubah paradigma sebagai kelompok berhaluan keras! Dalam sebuah wawancara di depan wartawan berbagai media internasional, juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan kelompoknya ingin ‘melupakan masa lalu’.
Hal tersebut sebelumnya sudah diungkapkan Mujahid dalam wawancara atau press conference pertamanya sejak menguasai Afghanistan.
Ia menegaskan, Taliban ingin melakukan rekonsiliasi dengan mengubah paradigma terhadap kelompoknya yang dianggap berhaluan keras.
Kepada media Barat, Rabu 25 Agustus 2021 kemarin, Taliban juga menegaskan berniat membangun kembali sebuah negara yang hancur akibat perang selama beberapa dekade.
“Kami ingin membangun masa depan, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu,” terang Zabihullah Mujahid dalam wawancara dengan The New York Times via Today, Kamis 26 Agustus 2021.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Ia menolak kekhawatiran yang meluas terkait Taliban yang akan membalas dendam terhadap mereka yang menentang pihaknya, dan ingin menerapkan kembali kontrol keras terhadap wanita.
“Ini yang membuat kami dikenal sebagai kelompok garis keras ketika kami memerintah 20 tahun lalu,” imbuh Mujahid.
Wawancara itu dilakukan hanya sehari setelah Mujahid memperingatkan para wanita Afghanistan, degngan bilang mungkin paling aman bagi mereka untuk tetap di rumah.
“Sampai lebih banyak pejuang Taliban dilatih tentang bagaimana tidak menganiaya mereka. Itu adalah pengakuan penting dari perubahan dalam masyarakat Afghanistan sejak Taliban terakhir berkuasa,” ungkap Mujahid.
Pada Rabu 25 Agustus 2021, Mujahid mengatakan dalam jangka panjang, wanita akan bebas untuk melanjutkan rutinitas harian mereka.
Menurutnya, kekhawatiran bahwa Taliban sekali lagi akan memaksa mereka untuk tinggal di rumah atau menutupi wajah mereka sama sekali tidak berdasar.
Mujahid menambahkan, syarat mereka harus didampingi wali laki-laki, yang dikenal sebagai mahram, disalahpahami. Padahal, itu hanya berlaku untuk perjalanan tiga hari atau lebih.
“Jika mereka pergi ke sekolah, kantor, universitas, atau rumah sakit, mereka tidak membutuhkan mahram,” beber Mujahid, yang dipercayakan sebagai juru bicara utama Taliban.
Ia juga menawarkan jaminan kepada warga Afghanistan yang mencoba meninggalkan negara itu, dengan mengatakan bahwa mereka yang memiliki dokumen perjalanan yang valid tidak akan dicegah memasuki bandara.
“Kami mengatakan, orang yang tidak memiliki dokumen yang layak tidak diperbolehkan pergi,” tegas Mujahid.
“Mereka membutuhkan paspor dan visa untuk negara yang mereka tuju, dan kemudian mereka dapat pergi melalui udara. Jika dokumen mereka valid, maka kami tidak akan menanyakan apa yang mereka lakukan sebelumnya,” imbuhnya.
Mujahid juga membantah tuduhan, Taliban sedang mencari mantan penerjemah dan orang lain yang bekerja untuk militer Amerika Serikat (AS).
Ia memastikan, mereka akan aman di negara mereka sendiri. Untuk itu, ia mengaku frustrasi terhadap upaya evakuasi Barat.
“Mereka seharusnya tidak ikut campur di negara kita dan mengambil sumber daya manusia kita: dokter, profesor, dan orang lain yang kita butuhkan di sini,” tegas Mujahid.
“Di Amerika, mereka mungkin menjadi pencuci piring atau juru masak. Itu tidak manusiawi,” sesalnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
