Terkini.id, Jakarta – Mardani Ali Sera yang merupakan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi Presiden Jokowi yang disebut sebagai presiden terefektif sedunia.
Adapun hal tersebut disampaikan oleh seorang Profesor Singapura yang memuji bahwasanya Joko Widodo alias Jokowi adalah presiden paling efektif di dunia.
Seolah tak setuju dengan hal tersebut, Mardani pun menyampaikan keherannya terkait pernyataan profesor di National University of Singapore (NUS), Kishore Mahbubani, itu.
Tampak lantang, Mardani lantas mempertanyakan bagian mana yang membuat Presiden Jokowi menjadi luar biasa.
“Jadi perlu dijelaskan, bagian mana (Jokowi) yang luar biasa?” tanya Mardani, dikutip terkini.id dari CNN pada Kamis, 28 Oktober 2021.
- Mardani PKS Setuju Jokowi Disamakan dengan Soeharto: Kasus Wadas Jadi Bukti
- Sebut Naga Bukan Budaya RI, Rudi Valinka: Ini Bukti Nyata Kalau Mereka Berkuasa Bisa Diganti Patung Onta
- Ustaz Ditangkap Terkait Terorisme, Mardani PKS Panik? Langsung Gercep Lakukan Hal Ini dan Singgung Islamofobia
- Mardani Ajak Kader PKS Dukung Ganjar, FH: Politik Akal Bulus
- Tanggapi Mural Jokowi, Mardani PKS: Anak Kreatif Jangan Dihukum
Mardani justru mengatakan bahwa indeks demokrasi Indonesia menurun selama masa pemerintahan Jokowi.
Bahkan menurutnya, Indonesia tertinggal jauh dari negara di kawasan ASEAN berdasarkan hasil tes Program for International Student Assesment (PISA).
Anggota Komisi II itu mengatakan bahwa pernyataan Mahbubani tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
Ia kemudian menyebut bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi justru mengalami bebagai persoalan, mulai dari kegiatan impor, dinasti politik, hingga politik uang.
“Fakta bahwa kita adalah bangsa agraris yang impor demikian banyak bahan pangan seperti gula, gandum, bahkan beras. Fakta bahwa dinasti politik dan money politic juga masih ada di negeri ini,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
