Tanggapi Pernyataan Rocky Gerung, PDIP: Ceramah Tengku Zul Gak Berkualitas

Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung mengomentari pernyataan Rocky Gerung soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak angkat bicara terkait wafatnya pendakwah asal Medan Ustaz Tengku Zul.

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Rabu 12 Mei 2021, menilai pernyataan Rocky Gerung soal istana terkait kematian Tengku Zul tersebut merupakan halusinasi.

Ia pun beranggapan, mana mungkin Presiden Jokowi mau mengomentari wafatnya Tengku Zul. Pasalnya, kata Dewi, mantan Wasekjen MUI itu bukanlah siapa-siapa.

Baca Juga: Diduga Sindir Puan, Eko Kuntadhi: Pemimpin Bukan di Medsos tapi...

Bahkan, kader PDIP ini menilai Tengku Zul hanya ustaz gadungan yang otaknya hanyalah mengajarkan soal bidadari dan sibuk adu ayam.

“Manusia Sakau ini kalo Ngomong memang banyak Halusinasinya. Mana mungkin Jokowi mau Ngomentarin kematian si Zul emang dia siapa cuma ustad gadungan yang otaknya hanya mengajarkan soal Melayani 72 bidadari & Ngadu ayam doank,” ujar Dewi Tanjung.

Baca Juga: Qodari Bentuk Timses Duet Jokowi-Prabowo, Rocky Gerung: Cari Untung

Tak hanya itu, politisi perempuan PDIP ini juga menilai isi ceramah Tengku Zul sama sekali tak berkualitas untuk umat Islam.

“Ceramah si Zul ngga ada yang berkualitas untuk umat islam,” ucap Dewi Tanjung.

Lewat cuitannya itu, Dewi Tanjung juga menyertakan foto tangkapan layar sebuah pemberitaan berjudul ‘Sebut Jokowi Harusnya Buka Suara atas Meninggalnya Tengku Zul, Rocky Gerung: Istana Betul-Betul Tuna Budaya!’.

Baca Juga: Qodari Disebut ‘Tampar’ Jokowi, Rocky Gerung: Itu Nampar Dua Muka...

Sebelumnya diberitakan, pengamat politik Rocky Gerung baru-baru ini kembali menyentil Presiden Jokowi yang menurutnya sudah seharusnya buka suara atas meninggalnya Tengku Zul.

Rocky sendiri mengaku turut berduka atas wafatnya mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Menurut Rocky, Tengku Zul adalah sosok yang berani melawan risiko karena ia pasti tahu akan wabah Covid-19, tetapi tetap berceramah di sana-sini.

“Iya, saya juga berduka karena saya kenal cukup dekat beliau dan kemarin saya bikin semacam perenungan bahwa Tengku Zul tentu tahu ada wabah Covid. Tapi dia mengambil resiko karena saya anggap dia merasa bahwa menebarkan kebaikan, berceramah, itu juga adalah tuntutan rohani umat,” ujar Rocky Gerung, Selasa 11 Mei 2021 seperti dikutip dari Galamedia.

Rocky beranggapan bahwa Tengku Zul telah menyumbang banyak untuk Indonesia dari segi rohani.

“Jadi, saya menganggap dia menyumbang banyak pada upaya untuk memelihara energi rohani dari bangsa ini,” tuturnya.

Akan tetapi, kata Rocky, hal yang ditunggu adalah semacam simpati dari pejabat Istana.

“Tetapi kemudian kita menunggu sebetulnya ada semacam empati atau simpati dari para pejabat Istana karena bagaimanapun Tengku Zul adalah kawan berdebat yang luar biasa tuh, kritikus yang tajam, yang gak pernah berhenti untuk melihat apa yang buruk pada bangsa ini, terus menyoroti korupsi, dan lainnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, Rocky Gerung menyindir pihak Istana dalam hal ini Presiden Jokowi yang hingga kini masih ia tunggu untuk mengucapkan belasungkawa.

“Ini istana betul-betul tuna culture (budaya), gak punya peradaban itu. Seharusnya kan di awal, Jokowi musti datang ke publik mengatakan bahwa, ‘ya saya berduka’ dengan segala macam kalimat yang bisa dibuat. Tapi intinya adalah dia menghargai seorang tokoh,” ujarnya.

Bagikan