Masuk

Dipanggil Jokowi ke Istana, Adian Napitupulu: Presiden Tidak Menawari Saya Jabatan Menteri

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pada hari Jumat 15 Juli 2022, Presiden Jokowi memanggil Aktivis ’98 beserta politikus PDIP, Adian Napitupulu ke Istana Merdeka.

Lebih lanjut lagi, Adian Napitupulu mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dengan Aktivis ’98 berlangsung selama hampir satu setengah jam.

“Benar (pertemuan) di Istana Merdeka, (bertemu) 1 jam 20 menit,” papar Adian Napitupulu, dikutip dari detikcom, Sabtu 16 Juli 2022.

Baca Juga: Ridho Rahmadi: Dua Periode Pemerintahan Jokowi Tidak Menunjukkan Perbaikkan Pemberantasan Korupsi

“(Yang menghadap Jokowi) saya, Mustar, Pendi dan Musa. Persatuan Nasional Aktivis ’98,” lanjut Adian Napitupulu.

Namun demikian Adian Napitupulu menepis kabar bahwa pertemuan antara dirinya dengan Jokowi adalah untuk membagi jabatan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Presiden tidak menawari saya jabatan menteri karena Presiden sudah sejak awal tahu bahwa saya butuh ruang politik yang lebih luas dan fleksibel, yaitu di DPR RI,” kata Adian Napitupulu.

Baca Juga: Kado Ulang Tahun Megawati, PDIP Gelar Dapur Umum Cegah Stunting dan Gerakan Merawat Pertiwi

Adian Napitupulu menjelaskan bahwa topik yang dibahas oleh dirinya dan Jokowi ketika berada di Istana Merdeka ialah mengenai konflik agraria dan resesi dunia.

Jokowi bahkan menunjukkan sebuah bukti berupa data kalau ekonomi Indonesia kondisinya lebih baik dibanding negara lain.

“Salah satunya penyelesaian konflik agraria juga bicara tentang resesi global. Pak Presiden memberikan data bahwa per hari ini secara ekonomi justru kita jauh lebih bagus dibanding banyak negara lainnya,” tutur Adian Napitupulu.

“Presiden bicara tentang resesi global, walaupun Bank Dunia menyampaikan bahwa Indonesia di antara negara-negara lainnya masih tergolong juara,” sambung Adian Napitupulu.

Baca Juga: Ibu Eliezer Minta Tolong ke Presiden: Tolong Bapak, Kami Merasa Tidak Ada Keadilan Untuk Icad

Adian Napitupulu berujar bahwa Jokowi meminta para Aktivis ‘98 untuk ikut menolong Kementerian ATR/BPN dalam mengatasi masalah mafia tanah.

“Presiden juga meminta kami aktif mengkoordinasikan info-info terkait persoalan rakyat dengan kementerian termasuk kementerian pertanahan/BPN,” imbuh Adian Napitupulu.

Anak buah Megawati Soekarnoputri ini juga melapor kepada orang nomor satu di Indonesia soal konflik tanah antara masyarakat dan perusahaan serta keterlibatan mafia tanah.

“Saya cuma bicara kasus tanah dengan menyertakan beberapa contoh konflik rakyat dengan perusahaan, termasuk BUMN seperti yang saat ini terjadi di Cibubur, antara rakyat dengan PP Properti, di mana ada kemungkinan ada keterlibatan mafia tanah,” ulas Adian Napitupulu.

“Itu sudah saya laporkan semua kepada Presiden, juga contoh-contoh lainnya tentang tanah,” tambah Adian Napitupulu.