Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Denny Siregar menanggapi seruan ‘Panggilan Solidaritas’ untuk Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti.
Dalam hal ini, Denny Siregar menanggapi unggahan desain grafis dari akun Twitter KontraS yang menyerukan panggilan solidaritas terkait ancaman terhadap Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan lingkungan dari pejabat negara.
Dalam design grafis tersebut, terlihat dengan jelas tulisan yang mengatakan bahwa ‘republik ini makin lucu aja, warganya mengekspresikan diri secara damai justru menjadi korban ketidakadilan. #StopKriminalisasiAktivis HAM dan Lingkungan, Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar yang di layangkan Luhut Binsar Panjaitan’.

Dalam menanggapi cuitan akun Twitter KontraS tersebut, Denny Siregar menjelaskan bahwa sebenarnya Luhut Binsar Panjaitan menggunakan hak hukumnya dengan melapor ke Polisi.
Hal tersebut disampaikan Denny Siregar melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Senin, 22 November 2021.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Kemudian, Denny Siregar juga menyindir KontraS dengan mengatakan bahwa seruan panggilan solidaritas yang dilayangkan KontraS tersebut adalah hal yang lucu.
“Lucu ya KontraS ini. Wong pak Luhut Binsar Panjaitan gunakan hak hukumnya dengan melapor ke polisi kok dibilang ancaman. Coba zaman Soeharto. Langsung hilang,” kata Denny, dikutip Terkini.id dari akun Twitter @Dennysiregar7 pada Selasa, 23 November 2021.
Untuk diketahui, dilansir dari suarajakarta.id, sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, lantaran beredarnya video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah melalui akun YouTube Haris Azhar.
Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.
Laporan Luhut terdaftar dengan nomor laporan polisi: STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 September 2021.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menjadwalkan agenda mediasi antara Luhut Binsar Panjaitan dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.
Namun, Luhut menjelaskan bahwa Haris dan Fatia tidak bisa hadir dalam agenda meditasi yang diadakan Polda Metro Jaya tersebut.
Karena Haris Azhar dan Fatia tidak menghadiri meditasi tersebut, Luhut Binsar Panjaitan juga mengatakan bahwa lebih baik ketemu di pengadilan.
“Diundang untuk mediasi, sebenarnya kalau tidak keliru itu minggu lalu. Tapi saya pas dinas di luar, kemudian dijanjikan hari Jumat, saya juga sedang dinas keluar. Kemudian diminta oleh Haris diminta hari ini, ya saya datang hari ini, tapi katanya si Haris tidak bisa datang, ya sudah,” kata Luhut.
“Jadi kalau proses yang sudah selesai. Saya sudah menyampaikan saya pikir lebih bagus ketemu di pengadilan saja,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
