Tanpa Kenaikan Iuran, BP Jamsostek Naikkan Manfaat JKK hingga 13 Kali Lipat

BP Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial,
Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto (tengah) bersama Kepala Kantor Cabang Makassar Dodit Isdiyono saat konferensi pers terkait peningkatan manfaat jaminan BP Jamsostek, Selasa 31 Desember 2019.(terkini.id/hasbi)

Terkini.id, Makassar – Presiden Joko Widodo resmi telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Peraturan peraturan mengganti PP 44 Tahun 2015 sebelumnya. Ini menjadi kabar gembira bagi seluruh pekerja Indonesia.

Dengan peraturan baru tersebut, para pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek kini bisa menerima santunan yang lebih besar dari sebelumnya.

BPJamsostek memastikan tidak ada kenaikan iuran. Menariknya, pihaknya menaikkan besaran manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto mengungkapkan, dengan dikeluarkannya PP 82 tahun 2019 ini, tidak tanggung-tanggung kenaikan manfaat yang diterima pekerja di Indonesia naik hingga lebih dari 10 kali lipat atau tepatnya naik menjadi 1.350 persen!

Dari Rp 12 Juta Menjadi Rp 174 Juta

Menarik untuk Anda:

Tingginya kenaikan manfaat itu salah satunya karena pemerintah menaikkan manfaat untuk beasiswa sang anak, jika pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan penghasilan.

“Sebelumnya, BPJamsostek cuma memberikan manfaat sebesar Rp 12 juta. Nah, dengan dikeluarkannya PP 82 ini, manfaat beasiswa yang diberikan bisa mencapai Rp 174 juta,” kata dia, Selasa 31 Desember 2019.

Tingginya beasiswa tersebut, lantaran pertama BPJamsostek akan membiayai biaya pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun.

“Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp 2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun,” katanya.

Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun.

Keempat, pendidikan tinggi maksimal strata 1 atau pelatihan sebesar Rp 12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun.

Manfaat beasiswa ini akan diterima Ahli Waris Tenaga Kerja apabila yang bersangkutan mengalami cacat total tetap, meninggal dunia baik akibat kecelakaan kerja maupun bukan akibat kecelakaan kerja.

“Dengan begitu tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja,” Jelas Toto.

Peningkatan Manfaat Jaminan Kematian

Sementara itu, Dodit Isdiyono selaku Kepala Kantor Cabang Makassar mengatakan, dengan dikeluarkannya PP 82 tahun 2019 ini, manfaat dari Program Jaminan Kematian (JKM) juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sebesar 75 persen dari sebelumnya cuma diberikan sebesar Rp 24 Juta sekarang apabila mengalami resiko meninggal dunia, ahli waris akan diberikan santunan sebesar Rp 42 juta.

Sementara, untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS akan menanggung biaya perawatan dan pengobatannya, sampai sembuh berapapun biayanya sesuai dengan kebutuhan medis.

“Selain itu, PP 82 Tahun 2019 ini membuat penambahan manfaat JKK salah satunya perawatan di rumah alias homecare,” kata dia.

Lebih rinci dalam perawatan pengobatan di JKK, ada dua perluasan manfaat yakni homecare dan pemeriksaan diagnostic. Tidak tanggung-tanggung biaya homecare mencapai maksimal Rp 20 juta.
Perawatan di rumah atau homecare diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

Ada juga pemeriksaan diagnostik dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat kerja.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.

Manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) lainnya juga ditingkatkan dalam biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan.

Biaya transportasi dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta Sementara itu biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Adapun angkutan udara dinaikkan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta, Jelas Dodit.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Geger 4 Persen Emas di China Diduga Palsu usai Skandal Pemalsuan Terbesar Diungkap

Bos Muamalat Sulampua Pimpin Asosiasi Bank Syariah Sulsel

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar