Penetapan Tarif Integrasi Transportasi Belum disetujui DPRD DKI Jakarta, Pandapotan:’Masih Menunggu Anies Keliling Eropa’

Terkini.id, Jakarta – Penetapan tarif integrasi transportasi oleh Pemerintah DKI Jakarta masih menggantung dan belum pasti. Pandapotan Sinaga selaku Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta mengungkapkan sampai rapat terakhir yang dilaksanakan pada Rabu, 23 Maret 2022 masih belum mendapat persetujuan.

 Rapat yang dilaksanakan terkait penetapan tarif integrasi transportasi Jakarta Rp. 10.000 untuk kendaraan moda tiga angkutan umum yang diajukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum jelas kepastiannya.  

Pihak DPRD DKI Jakarta samapi saat ini masih belum memberikan persetujuannya sampai 23 Maret 2022 rapat terakhir dilaksanakan.

Baca Juga: Sebut Bersikap Kritis Demi Anies di Jalur Benar, dr Tifa:...

Pandapotan selaku Sekretarif Komisi B DPRD DKI Jakarta mengungkapkan jadwal pembahasan akan dilaksanakan minggu depan.

“Tarif integrasi belum ada putusan. Kan pembahasan kemarin hanya itu. Setelah itu, belum ada pembahasan. Mungkin, minggu depan kai lanjutkan pembahasan ini,” ucap Pandapotan saat dihubungi, pada Selasa, 17 Mei 2022, dilansir dari suara.com

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Mengkritik Kebijakan Anies...

Pandapotan juga menyebutkan beberapa alasan terakit rapat yang belum dilanjutkan karena masih menunggu Anies Baswedang keliling Eropa. Karena agenda Anies ke luar negeri untuk membahas terkait transportasi 

“Mungkin (Anies ke Eropa) itu salah satu upaya dia meyakinkan kami. Nanti kami akan rapat lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan beberapa usulan terkait tarif integrasi transportasi untuk antarmoda di Jakarta terdiri moda TransJakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta dikenai biaya Rp. 10.000 melalui JakLingko dengan tarif permoda yang ada saat ini masih tetap berlaku.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Mengkritik Kebijakan Anies...

“Untuk tarif integrasi tiga moda di Jakarta yaitu TransJakarta, LRT dan MRT itu diusulkan sebesar Rp10.000, sementara untuk masing-masing moda pada saat tarif bundling ini berlaku, itu tetap sama,

artinya tak ada kenaikan tarif untuk semua moda jika naik satu moda saja,”ucap Syafrin Liputo selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 16 Maret 2022.   

Syafrin sendiri mengungkapkan penetapan angka ini berdasarkan kajian tingkat kemauan untuk pembayaran (willingness to pay/WTP) dan kemampuan untuk bayar (ability to pay/ATP) yang dijadikan pedoman penetapan tarif integrasi

Dari kajian tersebut diapatkan bahwa tingkat kemauan warga untuk membayar bagi yang berpenghasilan rendah disertai seluruh moda transportasi terlepas dari jarak didapatkan yaitu Rp. 5.917.

Sedangkan dari hasil simulasi usulan paket tarif bundling, Syafrin mengaku sudah mendapat rekomendasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif integrasi tiga moda di Jakarta sebesar Rp. 10.000 dengan rincian biaya  per perjalanan Rp 2.500 atau Rp 250 per kilometer.

“Sesuai timeline tarif integrasi (diputuskan) mulai Maret ini, karena seluruh perangkat sudah siap,” ucap Syafrin menambahkan.

S edangkan untuk penetapan tarif masih menunggu persetujuan DPRD DKI Jakarta.  

“Lalu Gubernur (bisa) menerbitkan Keputusan Gubernur terkait tarif integrasi. Baru langsung diimplementasikan,” ucap Syafrin.

Syafrin mengungkapkan jika putusan penetapan tarif sudah dikantongi maka segera dilakukan sosialisasi selama dua pekan sehingga moda transportasi dapat dilaksanakan pada April 2022.  

Ada tiga moda transportasi umum yang akan diberlakukan menjadi satu tarif terintegrasi yaitu Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Sedangkan Kereta Komuter Jabodetabek belum menjadi bagian tarif terintegrasi karena harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk melakukan integrasi antar daerah.

“Tahapan selanjutnya KRL bisa join karena di dalam struktur Jak Lingko Indonesia itu sudah ada unsur KCI,” ucap Syafrin.

Bagikan