Tegas Tolak Pengunduran Pilpres 2024, Buruh Se-Indonesia Hendak Lakukan Aksi Besar-Besaran

Terkini.id, Jakarta – Usulan pengunduran Pilpres 2024 masih ramai diperbincangkan. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyatakan pihaknya bersama organisasi serikat buruh yang terafiliasi dengan partainya akan melakukan aksi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Jakarta pada Jumat 11 Maret 2022.

Aksi buruh ini merupakan bentuk tegas penolakan atas usulan penundaan pemilu sekaligus perpanjangan masa jabatan presiden.

“Partai Buruh sudah rapat dan menyatakan menolak keras, mengecam, dan menyatakan akan melakukan people power bersama elemen sosial baik buruh, petani, nelayan, honorer, PRT, dan elemen sosial lainnya,” kata Iqbal dikutip dari laman CNN Indonesia pada Rabu, 2 Maret 2022.

Baca Juga: Viral Aksi Ibu Berkerudung saat Momen Car Free Day: Tolong,...

Ia mengungkapkan rencana aksi tersebut tidak hanya digelar di DKI Jakarta, namun serempak di seluruh kota di Indonesia.

Menurutnya, usulan tersebut telah menyalahi aturan konstitusi yang terkandung dalam Pasal 7 UUD 1945 tentang batasan masa jabatan Presiden maksimal 2 periode berturut-turut.

Baca Juga: Sejarah Hari Buruh, Demonstrasi Terbesar Era Revolusi Industri Kapitalis 1.0

“Demokrasi yang sudah kita buat konsensus bersama tidak boleh terciderai oleh apapun,” tegasnya

Sebagai informasi, sebanyak tiga parpol parlemen hingga kini telah menyatakan sikap mendukung wacana pemindahan Pemilu 2024 antara satu hingga dua tahun. Mereka masing-masing adalah PKB, PAN, dan Golkar.

Hal tersebut yang menjadi tujuan Partai Buruh menolak keras adanya perpanjangan masa jabatan presiden. Menurutnya demokrasi yang sehat tidak seharusnya melakukan pelanggaran konstitusi dan orientasi jabatan semata.

Baca Juga: Sejarah Hari Buruh, Demonstrasi Terbesar Era Revolusi Industri Kapitalis 1.0

Ditambah dugaan keterlibatan pihak-pihak seperti presiden Jokowi sendiri dalam usulan ini membuat Partai buruh juga masyarakat luas turut bersuara lewat sosial media.

“Di depan rakyat menolak 3 periode, di belakang ternyata melakukan operasi senyap untuk perpanjangan. Ketika Dewan Oligarki Ingin Kudeta Konstitusi. LBP berada di balik rencana perpanjangan masa jabatan presiden dengan cara menunda Pilpres 2024. Peryataan Zuhas membuat terang semuanya” tulis akun @__4Lf4th112ad7a·11j.

Bagikan