Fakta-fakta Aksi Mogok Kerja Para Buruh IMIP yang Dikira Tenaga Asing

Terkini.id, Makassar – Aksi demonstrasi para buruh di PT IMIP, menjadi perhatian di media sosial.

Potret ribuan buruh yang melakukan aksi demonstrasi bahkan dimanfaatkan penyebar hoax dengan mengklaim ribuan buruh yang demo sebagai tenaga asing.

Faktanya, para buruh tersebut adalah tenaga kerja lokal yang menuntut agar gajinya bisa dinaikkan.

Baca Juga: Demo Tuntut Hak, 198 Buruh Ini Dijatuhkan Vonis Bayar Ganti...

Seperti apa fakta aksi demonstrasi buruh di Morowali?

2.000 Tenaga Kerja

Aksi demonstrasi digelar pada tanggal 24 Januari 2019 pukul 06.00 WITA Bertempat di dekat Pos 3 Jalan Houling PT. IMIP Desa. Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali.

Baca Juga: Kritik UU Cipta Kerja, Marissa Haque: Memangnya Buruh Itu Robot

Aksi tersebut dipimpin oleh Pria berbama Masri, Abd Malik Rudin dan Julfikar Bualo dwngan jumlah demonstran kurang lebih 2000 orang.

Tuntutan Buruh

Para buruh meminta agar pengusaha segera menjalankan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Kabupaten Morowali yang sudah disepakati bersama pada tanggal 24 Desember 2018.

Untuk diketahui, UMSK sesuai kesepakatan, mengalami kenaikan hingga 20 persen.

Baca Juga: Serikat Buruh Internasional Surati Jokowi Soal UU Cipta Kerja, Ini...

Buruh juga meminta kepada Dinas Tenaga kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulteng di Palu agar segerah membuat surat rekomendasi ke Gubernur untuk penetapan SK UMSK Kab. Morowali tahun 2019.

Buruh juga mendesak Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah di Palu untuk membuatkan SK Penetapan UMSK Kabupaten Morowali dengan merujuk kepada surat rekomendasi penetapan UMSK Kabupaten Morowali tahun 2019 No. 848/1218/Bup-TND/XI1/2018 tanggal 26 Desember 2018.

Ajak Semua Mogok Kerja

Para buruh awalnya berkumpul pukul 05.00 Wita, di Desa Bahodopi sambil mengajak Karyawan yang hendak masuk kerja untuk ikut dalam aksi tsb.

Saat bergerak menuju Kawasan PT IMIP, mereka juga menghalangi karyawan yang hendak masuk kerja.

Sempt Ricuh

Pukul 08.30 wita, massa semlat melakukan aksi menerobos security PT MSS saat berdemonstrasu. Lalu, terjadi kericuhan dan aparat mengeluarkan tembakan gas air mata.

Negosiasi dengan PT IMIP

Pukul 09.20 wita, saat berdemonstrasi, Sutan Bonamora selaku HR Suverintendent menerima masa aksi dan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah konkret kedepan dan akan berdiskusi dengan pemerintah.

Pukul 09.30 Wita, Negosiasi selesai dan sepakat untuk melakukan dialog antara perwakilan massa aksi, pihak manajemen perusahaan dan pemerintah kabupaten Morowali.

Bertemu Kadisnakertrans

Pukul 11.24 wita, Kadis Nakertrans Morowali, Umar Rasyid menemui masa aksi serta menyampaikan bahwa kenaikan UMKS merupakan kesepakatan antara Apindo, serikat dan perusahaan namun pemdah sebagai mediasi.

Ada yang Tetap Mau Kerja

Serikat pekerja sempat melakukan penahanan terhadap karyawan yang hendak masuk kerja.

Kemudian, pada pukul 13.25 wita, Kapolres Morowali bersama Kapolsek Bahodopi dengan anggota lantas Morowali tiba di tempat pemberhentian karyawan masuk kerja, lalu memberikan imbauan bagi karyawan yang ingin masuk kerja atau ingin kembali dipersilahkan.

Karyawan yang berdemonstrasi diminta tidak melakukan provokasi terhadap karyawan lain yang ingin masuk kerja.

Pukul 14.30 wita, Pekerja / Serikat mulai membubarkan diri baik yang ingin masuk kerja maupun yang kembali dari tempat kerja, dan situasi berlangsung normal.

Sponsored by adnow
Bagikan