Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar Andi Siswanta Attas angkat bicara ihwal pegawai ASN yang melompat pagar untuk mengikuti upacara perdana usai libur lebaran pada Senin, 10 Juni 2019.
Upacara yang berlangsung di halaman Balai Kota tersebut mulai tepat pukul 07.30 WITA dan dipimpin langsung Pj Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb.
“Mungkin yang terlambat itu, yang memanjat pagar karena di satu sisi, hari Senin pagi itu masuk jam macet,” kata dia saat ditemui di Ruangannya di Balai Kota Makassar, Selasa, 11 Juni 2019.
Terkait pegawai yang memanjat pagar, Siswanta menilai hal tersebut lantaran mereka sangat takut sehingga menggunakan segala macam cara.
“Bagi saya (pribadi) keinginannya untuk hadir sangat besar, tetap harus diapresiasi. Justru yang celaka itu yang tidak hadir,” kata dia.
- Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Sambangi Pulau Terluar, Salurkan Sembako dan Genset
- Wawali Makassar Tinjau Kesiapan Kelurahan Gunung Sari Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi 2026
- Wali Kota Makassar Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- 153 Imam Kelurahan Dilantik, Pemkot Makassar Beri Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Makassar Tata Ulang Trotoar Jalan Tinumbu, Pulihkan Fungsi Ruang Publik
Berdasarkan hasil pemantauannya, setelah mengunjungi kantor SKPD, Siswanta mengatakan tahun ini pegawai ASN sudah semakin mengerti tentang kewajibannya.
“Di inspektorat 100 persen, di Dinas PU itu 98 persen, secara keseluruhan rata-rata di atas 95 persen,” kata dia saat ditemui di Ruangannya di Balai Kota Makassar, Selasa, 11 Juni 2019.
Mereka yang tak hadir pada hari pertama, kata dia, ada yang izin umrah, juga ada yang cuti hamil, dan ada pula yang sedang mengikuti pendidikan.
“Artinya tidak ada yang sengaja, tadinya saya takut ada yang terjebak di daerah Sengkang-Soppeng yang banjir itu, ternyata tidak,” ujarnya.
Siswanta: Kehadiran pegawai di Pemkot Makassar di atas 95%
Siswanta pun menyimpulkan bahwa untuk kehadiran pegawai di pemerintah Kota Makassar, secara presentasi di atas 95 persen.
Hal itu, kata dia, karena jauh sebelumnya pihaknya sudah mengimbau dengan menyebarkan aturan dari Kemenpan RB terkait ASN yang melanggar akan ditindak secara tegas.
Kendati begitu, Siswanta mengakui bahwa pengaruh aturan tersebut sangatlah besar. Sehingga, kata dia, ke depan, pegawai ASN harus menjalankan tugasnya bukan lantaran takut dengan aturan, melainkan bekerja karena tanggung jawab.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
