Terkini.id, Makassar – Administrator Ma’had Albirr Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Muhammad Ali Bakri S Sos M Pd meraih gelar doktor dalam dirasah Islamiyah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Muhammad Ali Bakri mempresentasikan disertasinya dengan tema “Transformasi Kelembagaan Ma’had Sebagai Wadah Kaderisasi Ulama pada Universitas Muhammadiyah Makassar ” di hadapan para penguji, di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Senin, 22 Juli 2019.
Muhammad Ali Bakri menyampaikan, transformasi kelembagaan ma’had merupakan keniscayaan dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.
“Ma’had salah satu model lembaga pendidikan alternatif di lingkungan Perserikatan Muhamadiyah yang mampu menyiapkan kader-kader ulama dan mendinamisasikan geliat dakwah amar makruf nahi mungkar dengan spirit tajdid,” ungkapnya.
“Transformasi kelembagaan ini diharapkan menjadi pusat kaderisasi da’i dan ulama dan berkomitmen untuk meningkatkan, membesarkan, mengembangkan dan bersama-sama memajukan amal usaha Muhammadiyah,” sambungnya.

- Satgas TMMD ke-128 Bersama Rakyat, Gotong Royong Wujudkan Akses Penghubung Dua Desa
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
- Andi Ina Penuhi Panggilan Kejati Sulsel, Beri Klarifikasi Terkait Pengadaan Bibit Nanas
Ia juga menyampaikan, kaderisasi ulama tentu tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus direncanakan secara matang, diprogram secara holistik integratif, dan dikelola secara profesional dengan manajemen kelembagaan yang akuntabel, transparan, amanah, dan modern.
Menurut Dosen KPI Unismuh itu, Ma’had sebagai organisasi pendidikan dan dakwah diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi belajar (learning organization) dalam menghasilkan kader ulama yang berintegritas, professional dan interpreuner di era revolusi industri 4.0.
Ia juga menilai, organisasi belajar adalah organisasi yang secara terus menerus mengembangkan kemampuannya untuk menciptakan masa depan ke arah yang lebih baik. Fungsi dan kedudukan kader dalam suatu organisasi dengan demikian menjadi sangat penting karena kader dapat dikatakan sebagai inti penggerak organisasi.
Jika suatu organisasi tidak merancang dan menyiapkan para kadernya secara sistematis dan organisatoris, maka dapat dipastikan bahwa organisasi itu akan stagnan, tidak ada aktivitas dan tak memiliki prospek masa depan.
Ia pun menekankan, organisansi harus memiliki konsep kaderisasi yang didesign dengan jelas dan terencana.
“Karena itu, setiap organisasi haruslah memiliki konsep yang jelas, terencana dan sistematis dalam menyiapkan dan mengembangkan suatu sistem yang menjamin keberlangsungan transformasi kader dan kepemimpinan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
