Terkini.id, Makassar – Pengamat menilai Pemerintah Kota Makassar berpotensi mengulang kesalahan sama seperti 2021. Di mana sejumlah proyek infrastruktur tak berjalan maksimal lantaran tender molor.
Alhasil, menyisakan SiLPA yang sangat besar, sekitar Rp800 miliar.
Berdasarkan pantauan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar, belum ada satu pun paket program yang muncul.
“Kalau mau percepatan penyerapan anggaran yah dilelang, disebar ke masyarakat, itu merupakan proses perputaran ekonomi di wilayah bersangkutan,” kata Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis, Rabu, 16 Februari 2022.
Menurut Bastian pada umumnya proyek infrastruktur berproses minimal delapan hingga sepuluh bulan, kecuali dengan tahun jamak (multiyears).
Belum lagi, ujar Bastian, proses tender sebelum pengerjaan fisik membutuhkan waktu 45 hari. Bila paket dilelang pada akhir Februari atau awal Maret mendatang, proses lelangnya bakal selesai pada April mendatang.
Dengan begitu, Bastian memastikan pengerjaan fisiknya bakal susah mengejar target perampungan hingga berakhirnya masa anggaran.
Menurutnya, jika lelang baru dieksekusi pada Juni hingga Agustus, kemungkinan besar akan banyak sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) tahun ini.
Seharusnya, jika Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sudah disahkan pada akhir tahun, lelang proyek sudah bisa dieksekusi saat itu juga.
“Nanti realisasinya di Januari atau Februari, ini yang kita khawatirkan kalau dilelang bulan Juni, Agustus, itu sudah tidak efektif lagi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2 triliun, jika kerjanya tak maksimal, potensi-potensi pendapatan bakal susah didapatkan.
Bastian menilai Kota Makassar punya posisi yang sangat menguntungkan menjadi gerbang di Indonesia Timur, tempat transit dan ibu kota provinsi. Hal itu menjadi modal besar untuk meraup pendapatan lebih banyak.
Bahkan, Makassar bisa mendapat lebih Rp2,5 triliun tiap tahun jika seluruh sektor pendapatan optimal.
“Kalau perhitungan saya Makassar bisa sampai 2,5 triliun, jadi diam-diam saja 2,5 triliun saja sudah dapat, tapi kan tidak optimal dalam tanda kutip kemungkinan ada indikasi penggelapan,” tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku lelang tender lamban dieksekusi lantaran belum merampungkan pengisian jabatan lingkup Pemerintah Kota Makasar.
Masih banyak jabatan eselon III posisi kepala bidang yang belum terisi. Sehingga alasan itulah yang menghambat eksekusi lelang dini untuk seluruh program yang telah dicanangkan pada tahun 2022.
“Belum ada bidang-bidang yang definitif, minggu depan saya lantik, tugas ku kodong itu dan saya yang salah,” tutur Danny.
Danny mengaku tak mudah memilih dan menyeleksi pejabat yang betul-betul sesuai dengan visi misi Pemkot Makassar.
Sehingga Danny berjanji akan menuntaskan pengisian jabatan lowong itu pada pekan depan.
“Karena menyusun orang tidak gampang, banyak faktor, makanya habis saya melantik (biasanya) saya pergi kasi tenang dulu,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
