Cerita Danny Pomanto Hilang di Gunung Bawakaraeng

Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto menceritakan kenangannya semasa menimba ilmu di Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin, Minggu 7 Juli 2019

Terkini.id, Maros – Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menceritakan kenangannya semasa menimba ilmu di Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin.

Tahun 1983, Danny bersama sekitar 30 orang mahasiswa mendaki ke Gunung Bawakaraeng.

Dalam perjalanan, rombongan kesasar. Sampai dilaporkan hilang. “Polisi sudah dikerahkan melakukan pencarian,” kata Danny, Minggu 7 Juli 2019.

Setelah beberapa jam dikabarkan hilang, akhirnya Danny Pomanto dan rekan-rekannya ditemukan selamat.

“Kami langsung baku peluk. Alhamdulillah teman yang hilang (saat mendaki) masih bisa ketemu hari ini. Masih sehat dan tambah gemuk,” ungkapnya.

“Itu pengalaman luar biasa. Untungnya kami bisa tiba di puncak,” tambahnya.

Kenangan ini disampaikan Danny saat Ikatan Alumni Arsitektur Unhas menggelar Halalbihalal yang dirangkaikan dengan ulang tahun Ke 56 tahun IKA Arsitektur Unhas di Dusun Tokka, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Menurut Danny, ulang tahun IKA Arsitektur Unhas adalah ajang silaturahim. Berbagi cerita dan pengalaman.

“Setelah tidak lama bertemu,” kata Wali Kota Makassar Periode 2015-2019.

Tidak hanya curhat, Anggota IKA Arsitektur juga membicarakan masalah bangsa dan daerah.

“Cukup antusias teman – teman yang datang di Bukit Tokka Tena Rata ini, meskipun belum semuanya, tapi paling tidak dengan reuni di Tokka ini merupakan awal semangat alumni kita,” ungkap Danny.

Paling menarik dalam acara ini, alumni termuda sampai paling tua hadir.

“Semua tingkatan alumni Arsitektur Unhas hadir. Kami sangat bahagia, ” ungkapnya.

Alumni Arsitektur Unhas ingin membuktikan bahwa jejaring mereka masih sangat kuat dan solid.

Tahun ini Bukit Tokka menjadi pilihan kami membangun semangat para alumni. Membangun konsistensi dalam berkontribusi membangun Indonesia dua kali lebih baik lagi, terkhusus untuk Sulawesi Selatan, ” tutup Danny.

Berita Terkait