Tepat di Momen Hakordia, KLHK Gagalkan Penjualan Kulit Beruang Madu di Solok

Terkini.id, Pekanbaru – Bertepatan di momentum Hari Anti Korupsi Internasional atau Hari Anti korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati pada tanggal 9 Desember setiap tahunnya ini. 

Tim Gabungan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, BKSDA Sumatera Barat, dan Kepolisian Resort Solok menangkap AR (44), RP (42), dan HP (33) yang merupakan pelaku perdagangan satwa yang dilindungi pada 8 Desember 2021. Tim Gabungan juga mengamankan 1 lembar kulit beruang madu (Helarctos malayanus), 1 karung tulang beruang, dan 2,4 kg sisik tenggiling (Manis javanicus) di parkiran Rumah Makan Aur Duri, Jalan Raya Solok – Bukittinggi, Kenagarian Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Kamis, 9 Desember 2021. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, AR adalah seorang oknum Wali Nagari di Kecamatan IX Koto Lasi, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Subhan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera. 

Baca Juga: KLHK Cetak Tenaga Teknis Kehutanan Tingkat Terampil Lewat 5 Sekolah...

Ia menambahkan, penangkapan ini diawali dengan adanya informasi yang berasal dari masyarakat melalui BKSDA Sumatera Barat. Setelah informasi lengkap, Tim Gabungan menjalankan operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar. Tim menangkap ketiga pelaku saat bagian-bagian satwa yang dilindungi tersebut akan dijual. “Saat ini, pelaku dan barang bukti berupa 1 lembar kulit beruang madu, 1 karung tulang beruang, 2,4 kg sisik trenggiling, dan 1 mobil Kijang pick-up diamankan di Kantor Polres Solok,” tandas Subhan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera. 

Atas perbuatan tersebut, ketiga tersangka terancam Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 

Baca Juga: Penyidik KLHK Limpahkan Penambang Ilegal Bukit Mangkol ke Kejati Babel,...

Subhan menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Sumatera Barat, Kepolisian Resort Solok, dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam dalam pengungkapan kasus ini.

Bagikan