Terapkan Learning From Home (LFH), Polbangtan tetap Eksis Dampingi Program Kostratani ditengah Pandemi COVID-19

Direktur Polbangtan Gowa Memberikan Arahan Pada Mahasiswa Terkait Kebijakan Kementan dimasa Pandemi Covid-19

Kebijakan untuk meniadakan proses pembelajaran dengan model tatap muka adalah merujuk kepada maklumat yang dikeluarkan pemerintah tentang larangan berkumpul dalam jumlah banyak dan penerapan social and physical distancing guna mencegah bahkan memutus penyebaran Covid-19.

Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan proses pembelajaran mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan menggunakan metode daring online Learning From Home (LFH) selama pandemi covid-19. Selain itu, mahasiswa juga mendapat tugas untuk turun ke lapangan mendampingi penyuluh dan petani dalam membantu menyediakan 11 komoditas yang terus dikawal Kementan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menjelaskan bahwa proses pembelajaran di Polbangtan harus terus berjalan dengan mengikuti ketetapan pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19. Mahasiswa Polbangtan adalah tanggung jawab kami dalam memajukan SDM pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi, menginstruksikan mahasiswa di tujuh Polbangtan binaan Kementan yang terdapat di berbagai wilayah untuk mendampingi program Kostratani. Mengingat, sejumlah daerah saat ini sedang memasuki maktu panen. Hal ini bertujuan untuk menjaga stok pangan di tengah pandemi covid-19.

“Berharap, kegiatan pendampingan mahasiswa Polbangtan dan PEPI di Kostratani yang terpusat di (BPP)/Gapoktan/Kelompok Tani selama menyebarnya wabah covid-19, bisa turut membantu petani dalam menjaga stok pangan, sehingga stok pangan bisa semakin aman,” kata Dedi, dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2020.

Baca juga:

Menindaklanjuti arahan Mentan SYL dan Kepala BPPSDMP Kementan, Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Ir. Syaifuddin, MP telah memberikan kuliah umum/arahan dengan tema “Kebijakan/Program Kementan ditengah Serangan Corona Vurus Disease (Covid-19). Minggu (19/04)

Lanjut Syaifuddin, kuliah umum bertujuan memberikan arahan kepada mahasiswa Polbangtan Gowa, bahwa Kementan melalui BPPSDMP terus menggenjot generasi petani milenial untuk tetap eksis di lapangan bersama petani dan penyuluh.

Di akhir paparan kuliah umum, Syaifuddin kembali mengingatkan dan menegaskan akan tanggung jawab besar pembangunan pertanian, apalagi di masa pandemi covid-19.

“Mendampingi petani dan penyuluh merupakan hal mutlak dilakukan demi menjaga stok pangan dan 11 komoditas yang dikawal Kementan, termasuk Kostratani yang fokus kegiatannya ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan. Ikuti terus kegiatannya dan selalu siap membantu,” tegasnya. (MUZ/WLN8)

Komentar

Rekomendasi

STIE Nobel Indonesia Bakal Gelar Serial Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa dan Petani Panen Jagung di Gowa, Bukti Aktfitas Pertanian Tidak Berhenti, Stok Pangan Terjaga

Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Kegiatan Pendampingan Petani untuk Mengasah Keterampilan dan Keahlian Lapangan

Mahasiswa Ikut Merawat dan Kendalikan Hama Tanaman Jagung Petani Agar Produksi Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar