Terkini.id, Gowa – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk peningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berulang kali memberikan motivasi kepada generasi milenial bahwa penerapan smart farming sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Digitalisasi dan mekanisasi yang maju, menjadikan pertanian lebih efektif, sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik. Kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern”, tegas Mentan Syahrul.
Senada dengan hal itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan, pertanian modern dengan teknologi smart farming merupakan sistem yang memiliki keterkaitan erat antar subsistem, mulai dari hulu hingga hilir, yang didukung oleh tenaga kerja dan lembaga pendukung unggulan.
“Penerapan smart farming dapat memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi, peningkatan kualitas dan skala usaha, serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumberdaya alam secara bijak”, tegas Dedi.
- Ketua DPRD Sulsel Fasilitasi Petani Milenial Barru untuk Mengikuti Smart Farming
- Transformasi Pertanian Modern, Petani Masa Kini Wajib Terapkan Smart Farming
- Kembangkan Smart Farming, Kementan Gandeng EPIS Korea
- NYATA!!! Antisipasi Perubahan Iklim Kementan Terapkan Pertanian Modern Smart Farming
- Antisipasi Krisis Pangan Global, Polbangtan Kementan hadirkan Teknologi Smart Farming Berbiaya Rendah di Penas XVI Padang
Bersaing di era 4.0 ini dengan teknologi yang kian berkembang pesat dan membuat manusia harus mampu mengikuti perkembangan yang terjadi.
Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengatakan, Polbangtan Gowa akan terus berusaha mengikuti kemajuan dan perkembangan teknologi, tak terkecuali proses pembelajaran, baik itu di ruang kelas maupun di lapangan. Hal ini sebagai upaya mengejewantahkan arahan Mentan terkait digitalisasi dan mekanisasi modern sektor pertanian.
Polbangtan Gowa sebagai sebuah lembaga pendidikan vokasi yang mencetak para petani milenial telah menerapkan teknologi smart farming dalam proses pembelajaran. Lahan kebun kakao seluas 9 Ha milik kampus misalnya telah memasang teknologi vertigasi otomatis. Teknologi tersebut digunakan sebagai pembelajaran bagi para Mahasiswa Polbangtan Gowa.
“Alat dimaksud merupakan vertigasi modern dimana kita bisa melakukan pemupukan dan penyiraman tanaman secara bersamaan secara otomatis dengan memanfaatkan IoT (Internet of Think) yang dioperasikan menggunakan android maupun laptop”, Ujar Jati Nurkhalis Manajer Teaching Factory (TEFA) Polbangtan Gowa.
Lebih lanjut Jati mengatakan, “selain dimanfaatkan oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa sebagai sarana belajar, lokasi penggunaan teknologi ini juga beberapa kali dikunjungi oleh para petani milenial yang sementara mengadakan pelatihan di BBPP Batangkaluku Gowa. Pada umumnya mereka ingin mengetahui bagaimana pengoperasian proses penyiraman dan pemupukan otomatis tersebut”, tutupnya.
Polbangtan Gowa memang memiliki lahan yang luas sebagai bahan ajar dan kelas lapangan berupa TEFA, Greenhouse, Demplot, Demfarm maupun lahan perkebunan yang dapat digunakan baik oleh Mahasiswa maupun pihak lain yang ingin belajar, magang maupun hanya sekedar kunjungan agrowisata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
